Cieeee…!!!! Siapa Yang Melakukan Pembiaran Praktek Dugaan Penambang Emas Ilegal, di Dikawasan Hutan Lindung?

oleh -5 views

Gunung Mas, kalteng suara borneo.Co.Id Bumi Kalimantan terkenal kaya dengan sumber alamnya berupa kayu, emas, batu bara dan masih banyak yang lainnya. Hal ini lah yang menggiurkan investor asing untuk menanamkan modalnya ingin mengelola sumber alam tersebut baik yang legal maupun yang ilegal.

Seperti yang terjadi di Bahanei Desa Sei Antai. Kecamatan Tumbang Rahuyan/ rungan hulu Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, dimana tampak armada pengangkut ramai lalu lalang melintas berupa mobil besar bahkan pengangkut alat berat sering kali terlihat.

Diduga alat berat tersebut dipakai untuk penambangan emas ilegal dalam skala besar yang dilakukan didaerah hutan yang diduga masuk kedalam wilayah konservasi hutan lindung.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya kepada awak media ini mengatakan, “Bahwa penambangan ini di lakukan tanpa memiliki Ijin, atau Ilegal Mining, selain tidak memiliki ijin, penambangan ini merusak lingkungan, hutan mereka babat kemudian penggunaan bahan kimia berbahaya seperti timbal atau logam berat yang tak mampu terurai oleh alam dan akan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar jika mencemari sungai yg ada di desa sei antai ini, “bebernya.

Informasi yang beredar dimasyarakat bahwa penambangan ini dicukongi oleh seorang pengusaha besar dari Jakarta yang berinisial AM dan orang kepercayaan nya dilapangan berinisial BS.

Hasil konfirmasi kami lewat telpon seluler dngan BS hari Sabtu 28 Nopember 2020 , jam 22.00 wib BS mengatakan benar mereka bekerja di lokasi itu dan memakai nama perusahaan PT J dan BS juga mengatakan mereka sudah lama stop kerja tapi fakta dilapangan sampai tgl 28 Nopember 2020 masih ada aktivitas penambangan di lokasi itu.

“Kepada Pemerintah terutama Pemda Gunung Mas dan aparat penegak hukum untuk berani menindak tegas oknum yang melakukan Penambangan liar yang diduga dilakukan di kawasan hutan lindung, masyarakat berharap pemerintah setempat dan aparat terkait, baik Polsek, Polres maupun Polda dinas pertambangan provinsi, serta jajaran yg terkait bisa menindak tegas penambang tersebut, selain tidak memberikan kontribusi buat pemerintah daerah, kegiatan ini juga sangat merusak lingkungan sekitar, “pungkas salah seorang warga. (Red)

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.