Kapolsek Montallat, Aiptu Rahmad Tuah SH MM “Keberhasilan Pengungkapan Kasus Adalah Optimisme, Fokus, kerja keras dan kerja tim yang solid, insyaallah kasus akan terungkap”

oleh -3 views

Muara Teweh. Pengungkapan Kasus penemuan mayat tergantung didalam rumah yang sempat menggegerkan warga Desa Kemawen. Kec. Montallat, Kab. Barito Utara. Kalteng membuat warga senang, bercampur sedih, kecewa, karena para pelaku yang ditangkap polisi adalah warga Desa Kemawen. Warga tidak menduga para pelaku tega menghabisi nyawa tetangganya sendiri.

Korban adalah alm. Rito Riandi (31). Korban yang masih berstatus lajang ini tinggal sendirian di rumahnya. Keseharian nya adalah memanen getah karet.

Rito Riandi yang dikenal warga sebagai sosok pendiam itu ditemukan tewas tergantung di ruang tamu rumahnya sendiri (12/08/20).

Warga mengira Rito Riandi tewas karena bunuh diri dengan cara gantung diri.

Akan tetapi, ternyata Rito Riandi meninggal bukan karena gantung diri. Tetapi di bunuh tidak jauh dari rumahnya dan kemudian dimasukkan kedalam rumahnya dan digantung di kamar tamunya.

Miris dan sadis. Usut punya usut, ternyata Rito Riandi meregang nyawa ditangan 5 (lima) orang eksekutor sadis yang kesemuanya masih sekampung dengan korban bahkan bisa dibilang para terduga pelaku pembunuhan masih bertetangga dengan korban.

Hal ini terungkap setelah Kapolres Barito Utara, AKBP Dodo Hendro Kusuma, dalam pres rilisnya yang di sampaikan oleh Wakapolres Barito Utara, Kompol Marharsono, SH.MH didampingi Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP. M. Tommy Palayukan, SIK, Kapolsek Montallat Iptu Rahmad Tuah SH.MM, dan Kanit Reskrim Polsek Montallat, Muksin di halaman Satreskrim Polres Barito Utara.

Wakapolres menjelaskan penemuan warga terhadap Alm. Rito Riandi yang tergantung dirumahnya (12/8/20), awalnya diduga meninggal karena gantung diri atau bunuh diri ternyata meninggal karena dibunuh.

“Korban alm.Rito Riandi (31) yang ditemukan warga tewas tergantung dirumahnya awalnya diduga tewas karena bunuh diri dengan cara menggantung diri. Kemudian korban di makamkan di desa Kemawen. Akan tetapi melihat kematian saudaranya, keluarga korban merasa ada kejanggalan atas kematian korban. Sehingga keluarga korban meminta pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi. Kamis, (5/11/20) pihak kepolisian disaksikan perangkat desa, keluarga korban dan warga membongkar makam korban. Korban di bawa ke Rumah sakit Dr. Silvanus untuk dilakukan visum dan otopsi. Hasil visum dan otopsi menerangkan bahwa di kulit kepala, tengkorak kepala dan bagian dada korban ditemukan tanda tanda kekerasan sehingga kematian korban diduga akibat benturan benda tumpul.”

Masih lanjut perwira satu melati ini ” atas hasil visum dan otopsi terhadap korban, Polres Barito Utara melakukan tim gabungan. Satreskrim Polres Barito Utara bersama Polsek Montallat . Tim gabungan melakukan gerak cepat untuk mengungkap kematian Rito Riandi. Dari hasil pemeriksaan saksi saksi dan olah TKP tim gabungan mengantongi nama nama yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pembunuhan terhadap korban.
Sabtu (5/12/20) tim gabungan berhasil meringkus tiga orang yang diduga pelaku pembunuhan yaitu IS, WR, AJ dan AM dan Minggu (6/12/20) berhasil meringkus satu orang pelaku yaitu BT. Sehingga terduga pelaku pembunuh korban sebanyak 5 (lima) orang. Semua terduga pelaku pembunuhan langsung dilakukan penahanan”

“Sementara dari keterangan saksi dan lima terduga pelaku yang sudah diamankan bahwa motif pembunuhan adalah dendam dan kemungkinan kemungkinan adanya tersangka baru masih melakukan pendalaman dan perkembangan penyelidikan polisi” terang Wakapolres kepada media.

Salah satu terduga pelaku pembunuhan menurut keterangan warga Desa Kemawen yang namanya minta tidak dimasukkan ke media ini mengatakan dari lima yang ditangkap polisi IS adalah mantan Kepala Desa Kemawen AJ masih aktif sebagai pengurus di Pemerintahan Desa Kemawen.

” Itu pak yang ditangkap polisi itu IS adalah mantan Kades kami ( Kemawen-red) dan satunya AJ masih aktif di Kantor Desa Kemawen. Kami tidak menduga kalau mereka adalah pelaku pembunuh Rito Riandi itu pak. Kami kira dia mati karena bunuh diri” ujar salah satu warga kepada media ini.

Pasal yang disangkakan kepada kelima orang yang telah diamankan Polres Barito Utara adalah Pasal 340 KUHP dengan ancaman Hukuman mati.

Sebelum berhasilnya pengungkapan kasus tersebut, Kapolsek Montallat Iptu Rahmad Tuah SH.MM, kepada media ini setelah hasil visum dan otopsi dari rumah sakit pernah menyampaikan optimis akan dapat mengungkap penemuan mayat yang diketahui bernama Rito Riandi.

“Kasus ini ada diwilayah hukum Polsek Montallat, saya sebagai Kapolsek optimis, didukung oleh Pak Kapolres sebagai pimpinan, akan dapat mengungkap kasus ini ” ujarnya.

Strateginya pak? Tanya media ini setengah mendesak.

“Optimisme, Fokus, kerja keras dan kerja tim yang solid, insyaallah kasus akan terungkap” terang perwira yang sudah tujuh kali mengungkap kasus pembunuhan ini supel.

Hanya tiga Minggu setelah dibentuknya tim gabungah Satreskrim Polres Barito Utara dan Polsek Montallat, Iptu Rahmad Tuah SH MM ini dalam pres rilisnya mengatakan telah mengantongi nama pelaku terduga pembunuhan Alm.Rito Riandi dan terbukti satu Minggu kemudian tepatnya Sabtu dan Minggu (5-6/12/20) kasus yang menggemparkan tersebut berhasil terungkap. Bravo.Polres Barito Utara. Redaksi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.