BRAVO POLRES BARITO UTARA. BERHASIL UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN SADIS DAN TERENCANA.

oleh -3 views

Awalnya Korban Diduga Meninggal Karena Bunuh Diri Dengan Cara Gantung Diri, Ternyata Dibunuh. Sadis.!!

Muara Teweh. Reka Ulang kasus pembunuhan Alm.Rito Riandi (31) warga desa Kemawen, Kec. Montallat, Barito Utara, Kalteng, yang ditemukan tewas tergantung (12/08/20) dirumahnya sendiri. Sebelum misteri kematian berhasil diungkap Polisi, awalnya masyarakat menduga bahwa korban meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Ternyata alibi tersebut di patahkan oleh jajaran tim gabungan Satreskrim Polres Barito Utara bersama Polsek Montallat. Ternyata korban Alm. Rito Riadi tewas karena dibunuh.

Rekonstruksi kasus yang sempat menggegerkan warga desa Kemawen tersebut dipimpin langsung oleh AKP.M Tommy Palayukan, SH, SIK, MSi dan didampingi oleh IPTU. Rahmad Tuah, SH.MM, IPDA Mulianto, dan AIPDA Muksin Alatas.

Turut juga dalam reka ulang tersebut dihadiri keluarga korban. Tampak keluarga korban dengan seksama mengikuti 47 reka ulang yang diperankan para tersangka. Sangat jelas terlihat ekpresi sedih dan marah diwajah keluarga korban.

Perbuatan sadis yang dilakukan 5 tersangka pelaku pembunuhan Rito Riadi terang benderang terlihat dalam Reka Ulang.

Rekonstruksi dilakukan Satreskrim Polres Barito Utara dan Polsek Montallat di halaman belakang Mapolres Barito Utara.

Adegan para tersangka menghabisi nyawa korban terang benderang diperankan para tersangka dalam 47 adegan.

Dari reka ulang tersebut ternyata ada tujuh lokasi perencanaan pembunuhan sampai korban ditemukan tersangka.

Diawali di Lokasi Pertama, adegan pertama, (Kamis, 0 6/08/20) didepan rumah tersangka I, AJ, membicarakan rencana memberikan pelajaran kepada korban. Sebabnya karena korban sering mengancam anak tersangka AJ. Kemudian datanglah juga Tersangka T, dan W dan ikut merencanakan akan memberikan pelajaran kepada korban dan para tersangka sepakat memberikan pelajaran kepada korban pada hari Sabtu 08/08/20. Tersangka A juga datang menghampiri tersangka I, AJ, T. Kemudian I memerintahkan A untuk mengambil uang Rp.500.000 untuk diberikan kepada A agar A ikut memberikan pelajaran kepada korban.

Dilokasi Kedua, masih dihari yang sama, Sabtu, 08/8/20, di Peranginan Pasar Desa Kemawen, Kec. Montallat pukul 16.00 WIB. I,WT kembali berdiskusi untuk mengeksekusi korban. Para tersangka sepakat memilih pada Sabtu (08/08/12 malam hari pukul 19.00 wib. Pada waktu yg ditentukan, para tersangka menuju Pos Yandu yang berada persis dibelakang rumah korban dimana sering dilintasi korban untuk pulang kerumahnya.

Lokasi Ketiga, masih di hari yang sama, Sabtu 08/08/12, sekitar pukul 17.00 wib, korban sedang mengambil air bersih dan pulang dari depan pos Yandu dan I langsung menghadang korban dan bertanya kenapa korban sering mengancam anaknya, korban saat itu menjawab “terserah saya”. Mendengar jawaban korban, I langsung menempeleng pipi korban.

Mendapat perlakukan I, korban melakukan perlawanan dengan memukul balik I. Melihat perlawanan korban, tersangka A datang dari Water Front dan memgambil kayu dan memberikan kayu tersebut kepada I. I langsung mengayunkan kayu tersebut ke kepala bagian belakang korban, seketika korban jatuh ketanah. Tersangka A juga mengambil kayu bulat dan memukulkan ke bahu korban. Tersangka A membalikkan badan korban dan memukul dada korban. Tersangka AM menginjak paha kiri korban, tersangka T ikut memukul kepala bagian kanan korban.
Tersangka W kemudian memastikan keadaan korban dengan meraba dada Korban diikuti 4 tersangka lainnya menghampiri korban dan memastikan korban tidak lagi bernafas.

Setelah memastikan korban sudah meninggal, A dan W memberikan ide agar korban di angkat dan dibawa ke Gudang Genset Desa Kemawen. Kemudian korbanpun di pindahkan ke gudang Genset melalui lubang papan dan setelah masuk korban dibiarkan tergeletak begitu saja.

Lokasi kelima Minggu, 9/8/20, jam 20.00 wib, tersangka I, AM, AJ di bantu diterangi oleh tersangka T memindahkan korban ke rumah korban dan meletakkan korban di kamar depan. AM mengambil baju korban ke kamar kedua korban dan menyerahka ke AJ. AJ mengganti baju korban dan dikesempatan yang sama AM melepaskan Kain Gorden disambung kain Bahalai dan mengambil sebuah kursi untuk mengikat ke tiang melintang diruang tamu rumah korban. Tersangka IS. W,T dan AM berperan mengangkat korban dan AM mengikat kain ke leher korban. Setelah itu AJ, AM membersihkan Lantai kamar dengan menggunakan baju korban dan memasukkan ke dalam plastik dan dibuang ke sungai Barito yang berada di depan rumah korban.

Lokasi ke enam,
Selasa 11/08/20, tersangka W,AJ dan I kembali mendatangi rumah korban dan memperbaiki posisi korban yang sudah tergantung.

Lokasi ketujuh, Rabu, 12/8/20 sekitar pukul 17.00 Wib, tersangka AM membuka pintu rumah korban. Dengan ekspresi berpura pura kaget atas peristiwa yang dilihatnya, langsung melapor ke Kepala Desa Kemawen yang mana diperjalanan bertemu juga dengan tersangka I sembari mengatakan ” Rito Riadi saya temukan dan saya bilang sama pak kades dan tersangka I menyahut ” biar saja biar masyarakat tahu dan tersangka AM langsung menuju rumah korban.

Korban Rito Riadi ditemukan dalam posisi tergantung dirumahnya sehingga masyarakat menduga kematian korban adalah bunuh diri dengan cara menggantung diri.

Tiga bulan berselang, pihak keluarga korban merasa ada kejanggalan atas meninggalnya korban dan meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan pembongkaran makam korban.

Riki Nuari (tengah) saudara kandung korban

Setelah makam dibongkar, dan korban di bawa kerumah sakit dr. Silvanus Palangka raya ternyata ditemukan adanya dugaan korban tewas karena benda tumpul.k

Atas dasar temuan tersebut, tim gabungan Satreskrim Polres Barito Utara dan Polsek Montallat bergerak cepat dan dari hasil olah TKP, tim penyidik dapat mengungkap kasus kematian korban. Ternyata Dibunuh.

Riki Nuari, saudara kandung kepada media ini mengatakan kemarahannya terhadap para tersangka yang semuanya adalah warga desa Kemawen.

” Saya sangat marah dan kecewa, mereka masih satu kampung dengan kami, mereka semua kami kenal, kenapa Setega dan sesadis itu menghabisi adek saya. Saya minta mereka dihukum setimpal” ujarnya menahan air mata kepada media ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus kematian saudara saya” tambahnya menahan sedih.

Bung Hison, tokoh masyarakat desa kemawen yang ikut dalam rekonstruksi tersebut ke media ini mengatakan apresiasi yang tinggi kepada pihak kepolisian

” Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja keras Satreskrim Polres Barito Utara dan Polsek Montallat berhasil mengungkap kasus ini, Bravo Polisi” tukas Bung ison sembari menambahkan dengan terkuaknya kasus tersebut, maka warga desa Kemawen akan nyaman sebab tidak lagi ada saling curiga.

Kelima tersangka kini ditahan di sel Polres Barito Utara. Para Tersangka dijerat dengan KUHP Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati. Redaksi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.