Lagi….! KEGIATAN PENAMBANGAN GALIAN GOLONGAN C ILEGAL.???

oleh -5 views

Muara Teweh. 02/01/21. Kegiatan dugaan penambangan golongan C (galian C) diduga kuat ilegal kembali ditemukan media ini.

Lokasi tambang Galian C yang diduga ilegal tersebut berada di jalan hoaling salah satu perusahaan tambang batu bara yang menurut warga adalah sebagai jalan perbatasan antara desa Tringsing dengan desa Bandep. Kec. Teweh Selatan. Kab
Barito Utara.

Saat media ini menyambangi lokasi penambangan pasir dan batu tersebut, karyawan tukang muat material sedang memuat pasir untuk dua unit truk.

Terkait kepemilikan dan penanggung jawab kegiatan penambangan tersebut, hingga berita ini dinaikkan masih tidak jelas.

Tidak jelas karena tiga oknum yang menurut informasi tukang muat dilokasi sebagai pemilik dan penanggung jawab kegiatan penambangan kepada media ini berbelit belit memberikan keterangan, alias saling lempar tanggung jawab.

Dilokasi penambangan, kru media mendapat informasi dari karyawan tukang muat mengatakan bahwa pemilik lahan adalah UJ. Sedangkan pemilik unit mesin sedot pasir dan batu adalah I alias G.

I alias G yang pada saat media berada di lokasi menjumpai I alias H, I alias G tidak mengakui bahwa dianya adalah pemilik unit mesin sedot. I alias G mengatakan agar kru media ini mempertanyakan kepada pemilik lahan UJ.

Besok paginya kru media ini menyambangi UJ, akan tetapi UJ menyampaikan bahwa penanggung jawab perijinan adalah Haji F.

Kemudian informasi dari Haji F kepada media ini mengatakan bahwa Haji F dan UJ sama sama sebagai pemilik lahan, akan tetapi sebagai penanggung jawab kegiatan termasuk perijinan adalah I alias G.

Ketiga oknum tersebut tidak memperlihatkan dokumen perijinan kegiatan tambang tersebut.

Saat kru media ini menyambangi UJ, UJ terkesan membela diri sebab dia merasa banyak kegiatan yang sama di Barito Utara tidak memiliki ijin.

“Di Bayas, Karang Kampeng, Teluk Mayang, ada terang terangan kegiatan penambangan ilegal, bahkan mereka ada yang pakai mesin kruser untuk membelah batu, itu bagaimana?” Ujar UJ bertanya kepada kru media.

Kalau kegiatan penambangan galian golongan C di Barito Utara yang nota bene tidak memiliki perijinan yang sah, bagaimana kontribusi nya terhadap pendapatan asli daerah?.

Kegelisahan warga dimasa pandemi Covid-19 harus diakui. Pengangguran semakin tinggi. Kegiatan usaha banyak yang gukung tikar.

Apabila ada potensi alam yang dapat di kerjakan oleh warga, seyogyanya proses perijinan dapat dipermudah.

“Areal kami hanya sedikit, biaya perijinan itu mahal, waktu menunggu keluarnya ijin paling cepat 3 bulan. Kami warga harus bagaimana. Sementara kebutuhan hidup meningkat dan pekerjaan sangat kurang untuk menopang kehidupan rumah tangga.” Ujar UJ kepada media ini sembari mengatakan bahwa perijinan adalah tanggung jawab Haji F.

Lalu bagaimana respon pemerintah dan instansi terkait perihal adanya kegiatan galian tambang golongan C yang diduga ilegal?

Media ini belum mendapatkan penjelasan dari instansi terkait.

Redaksi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.