KELUH DAN DERITA PASIEN KALA KANTONG DARAH DI RUMAH SAKIT DAERAH BARITO UTARA KOSONG?

oleh -3 views

Muara Teweh. Terlaksananya pelayanan publik baik dan pembangunan infrastruktur publik menjadi tujuan pembangunan.

Pembangunan pelayanan publik disegala bidang menjadi target pemerintah. Pembangunan bidang kesehatan menjadi skala prioritas pemerintah. Tidak terkecuali pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Pembangunan infrastruktur kesehatan di Kab Barito Utara sangat pesat. Walaupun belum 100 % selesai, masyarakat Barito Utara telah menikmati hasil pembangunan.

Akan tetapi, dibalik megahnya gedung Rumah Sakit Daerah Kab. Barito Utara, ketersediaan alkes yang mumpuni, senyum ramah para medis ketika melakukan pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien, tersadnung dengan ketiadaan Kantong Darah.

Terbukti dari informasi dan keluhan 3 (tiga) keluarga pasien yang sangat membutuhkan darah dan kantong darah.

“Keluarga saya sudah 3 hari berbaring di rumah sakit ini pak, dia (pasien-red) butuh darah. Aneh ..darah tidak ada di rumah sakit ini pak, ada perawat yg bilang juga kalau kantong darah pun tidak ada” keluh keluarga pasien kepada.media ini sedih wanti wanti namanya tidak di muat di media ini.

“Saya sudah mencari ke apotik kimia Farma pak, tapi kantong darah tidak ada dijual” timpal keluarga pasien lainnya.

“Dirumah sakit kantong darah tidak ada, diapotik juga. Bahkan di gedung seberang (labkes, PMI -red) tidak ada pak ” ujar keluarga pasien menahan air matanya.

“Tiga hari kami menunggu dan mencari, akhirnya kami beli kantong plastik darah dari Banjar Masin pak” terang keluarga lainnya kecewa.

Penjelasan Direktur Rumah Sakit Daerah Kab Barito Utara, Dr.g. Dwi Agus S kepada media ini menerangkan bahwa per 18 Agustus 2020 pengelolaan Darah dan kantong darah sudah dialihkan ke UPT Lab.Kes Dinas kesehatan Barito Utara.

“18 Agustus 2020 darah dan kantongnya sdh dialihkan ke lab.kes. dinas kesehatan Kab. Barito Utara. Sejak tanggal itu, itu menjadi wewenang UPT labkes. Kalau ada situasi ke gawatdaruratan, darah itu utama misalnya, kasihan pasien. Terpaksa kami rujuk ke. Palangka raya.” Terang Direktur Rumah Sakit Daerah Kab Barito Utara ini iba.

“Itukan kebutuhan medis untuk kebutuhan khusus” tambahnya

Rosdiana. Ka.upt. lab.kes. kepada media ini menjelaskan terkait ketiadaan alat kesehatan khususnya kantong darah di UPT Lab.Kes yang dipimpinnya.

“Jujur pak, kami sangat menyayangkan kejadian yg sesungguhnya tidak perlu terjadi. Kami sangat mengerti perasaan pasien dan keluarga pasien. ” Terang Ibu Rosdiana lugas.

” Tapi kami tidak berdaya pak karena kami memang tidak ada anggaran untuk itu. Kami pernah mendapat bantuan 400 kantong darah dari Dinas kesehatan, tapi itu sudah habis. Benar, pertanggal 18 Agustus 2020 yang lalu, tapi secara finansial belum ada anggaran untuk pengadaan kantong darah dan alat lainnya pak. Keinginan kami sebenarnya bagaimana
BPJS bekerja sama dengan lab.kes, sehingga kedepan masalah ketiadaan Kantong plastik darah dan alat lainnya bisa diatasi. Sekarang kami sedang tahap persiapan akreditasi, masalah ini tidak seharusnya terjadi” terang Rosdiana sembari berharap manejemen dan administrasi terkait penyerahan pengelolaan Alat kesehatan tersebut dapat dikordinasikan dan dapat solusi yang baik demi pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Kapan Kantong Darah tersedia di Labkes Dinas Kesehatan Kab. Barito Utara belum ada kepastian.

Salah satu apotik besar di muara Teweh yang dikonfirmasi tidak ada menjual kantong darah

Kasihan pasien. Semoga menjadi perhatian pemerintah.

Redaksi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.