SYAHBANI ALI ” KAMI DALAM WAKTU DEKAT AKAN TUTUP AKTIVITAS PT. PADAIDI DI LOKASI OBJEK SENGKETA”

oleh -8 views

Muara Teweh. Permasalahan sebahagian lahan yang masuk di konsesi IUP perusahaan Tambang PT.Padaidi yang berlokasi di Wilayah Kec. Lahei, Kab. Barito Utara belum kunjung usai.

Syahbani Ali, warga penerima kuasa 3 kelompok warga dalam presrilisnya ke media ini dengan tegas mengatakan akan menutup aktivitas PT.Padaidi di lahan lokasi objek perkara antara warga dengan PT.Padaidi.

“dengan tegas saya katakan, bila pihak perusahaan tidak segera melakukan itikad baik untuk menyelesaikan pembayaran tali asih atas lahan warga, kami akan tutup, akan hentikan kegiatan perusahaan PT.Padaidi. kami akan melakukan kordinasi dengan para pihak terkait” tegas Ali sapaan akrab penerima kuasa warga ini tegas.

Ali menambahkan, pihak perusahaan tanggal 27 /01/21 mengundang penerima kuasa dari warga ke Palangka Raya akan tetapi dalam pertemuan itu tidak membuahkan hasil.

“pihak perusahaan telah mengundang kami ke Palangkaraya, tetapi dalam perjanjian tersebut tidak ada hasil, kami sangat kecewa” tambahnya kesal.

“kami sangat berharap, pihak perusahaan dengan segera peduli dan mengambil langkah konkrit untuk menyelesaikan permasalahan ini” ungkapnya berharap PT.pada idi segera beritikad baik untuk menyelesaikan pembayaran tali asih atas lahan warga.

Masih menurut Ali yang didampingi beberapa warga mengatakan sangat menghargai investor.

“kami sangat menghormati dan menghargai investor masuk ke kampung kami, kami juga sangat paham dampak baik dari masuknya investor, tapi kami juga sangat berharap investor yang masuk adalah investor yang tidak bermasalah” ujar Ali menutup preslirisnya.

Rizal dari pihak PT.Padaidi ketika dikonfirmasi terkait adanya rencana penutupan aktivitas PT.Padaidi,lewat WhatsApp membantah pernyataan Ali dan bertanya atas sikap Ali dalam presrilisnya.

“Ya Kah Bang?

Jangan sampai adalagi penutupan Bang. Sudah diperjelas pada saat pertemuan di Palangkaraya.Bahwa Pada Idi siap bayar dengan Catatan di sahkan oleh Pengadilan. Dikarenakan lahan tersebut sudah dibebaskan Oleh PAD.Dan juga pada saat pertemuan juga disampaikan bahwa SKT yang di sampaikan kuasa lahan juga tidak sah Bang.Pertemuan di Palangka Tetap ada hasil Bang. Bahwa Management berkomitmen akan membayar lahan tersebut apabila secara sah dibuktikan.Dan sebaliknya apabila tidak sah akan ada proses hukum.Begitu Pada saat pertemuan Bang.Dasar Perusahaan untuk mengeluarkan dana untuk pembebasan adalah bukti yang sah.” Terang Rizal lewat WhatsApp.

Redaksi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.