ISRAEL, “Pasimas Di Desa Baliti Ditenggarai Bermasalah, Adakah Hukum Menindaknya? Siapa Buka Dan Tutup Mata?”

oleh -0 views

Muara Teweh. Program Pasimas yang dilaksanakan sejak tahun 2008 harus diakui telah banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat desa/kelurahan khususnya untuk pemenuhan air minum dan sanitasi dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat.

Program berbasis masyarakat ini menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus juga sebagai penanggung jawab program. Pasimas bahkan menjadi program unggulan untuk pembangunan sistem ketersediaan air minum dan Sanitasi di perdesaan dalam peningkatan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, peningkatan perilaku hidup sehat dalam rangka capaian 100 % akses air minum dan sanitasi pada tahun 2019.

2019?
Bagaimana jika pengerjaan yang disebut sebut sebagai program unggulan tidak tepat sasaran atau bahkan gagal?

Adakah hukum yang menjerat oknum yang mengkorup program unggulan tersebut?

Apakah korupsi dana hibah tidak dapat dihukum?

Bagaimana pengawasan pihak terkait terhadap program kemanusiaan tersebut?

Banyak pertanyaan masyarakat muncul ketika melihat pengerjaan program unggulan untuk pembagunan sistem ketersediaan air minum dan Sanitasi di perdesaan tidak tepat sasaran bahkan gagal akan tetapi terkesan dibiarkan begitu saja?

Pembangunan Pasimas di Desa Baliti, Kec. Gunung Timang, Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah menurut sumber media ini ditenggarai bermasalah dan pelaku atau pelaksana kegiatan terkesan kebal hukum.

Saftudiansyah, warga desa Baliti, yang pernah didaulat menjadi Kordonator KKM Desa Baliti dan kemudian dipecat oleh Kepala Desa tanpa prosedur sebagaimana Petunjuk pelaksanaan program Pasimas, kepada media ini (09/02/21) mengatakan bahwa kegiatan program Pasimas di desa Baliti terksesan amburadul, mereka (penyelenggara kegiatan-red)juga kebal hukum.

“Saya pernah ditunjuk menjadi kordinator KKM Desa Baliti ini. Tapi saya tidak diberi wewenang apapun terkait Pasimas. Misalnya terkait RAB Pasimas Desa Baliti, saya tidak pernah buat RAB, tp kemudian ada RAB yang sudah membubuhkan dtanda tangani di kolom Nama saya, ironisnya penulisan nama saya salah” kata Saftudiansyah yang akrab dipanggil Israel ini geram.

“Melihat perilaku tidak etis tersebut, tentu saya protes.Nah.. karena saya tidak setuju dengan cara mereka, saya kemudian dipecat begitu saja. Kades menunjuk saudara Kampanye menjadi ketua (kordinator KKM Desa Baliti-red) “beber Israel .

“Ironisnya, pembubuhan tanda tanganku oleh orang lain di RAB Pasimas sudah kulaporkan ke polisi, tetapi saya dengan terduga pelaku pemalsu tanda tangan tidak pernah di pertemukan untuk mengkonfrontir atau membuktikan sah tidaknya tanda tangan palsu itu, hebat mereka, bisa kebal hukum” tambah Israel sambil mengerut dagu pertanda kesal.

“Saya menduga kuat ada masalah dalam kegiatan pelaksanaan program Pasimas di desa Baliti, saya siap diperiksa untuk menguak dugaan tindakan penyahgunaan jawaban dan wewenang kepala desa Baliti dan dugaan tindakan korupsi dalam Pasima Desa Baliti. Saya siap demi kepentingan warga desa Baliti. Dugaan kongkalikong, persekongkolan untuk mengkorup dana Pasimas, saya duga kuat terjadi dalam penyelenggaraan pelaksanaan program Pasimas desa Baliti. Adakah hukum bagi koruptor Program unggulan ini?” Israel bertanya kepada media ini.

“Apakah dana Pasimas bebas menjadi bancaan korupsi sekelompok orang yang merasa kuasa di desa kami?”

“Apakah bila program mulia ini gagal lalu dibiarkan begitu saja oleh pemerintah dan penegak hukum?

“Apakah hukum masih saja tajam kebawah tumpul setumpuk tumpulnya pada yang merasa kuasa?”

“Saya hanya ingin apa yang menjadi tujuan pemerintah dalam menyelenggarakan program unggulan ini berjalan dengan baik, ” harap Israel.

“Semua mata bisa melihat pembangunan Pasimas Desa Baliti, atau pura pura tidak lihat? Saya sangat siap, mungkin juga warga yang lain sangat siap untuk memberikan keterangan terkait dugaan korupsi proyek mulia itu” tutup Israel sembari berharap pemerintah dan penegak hukum dapat melakukan tindakan cepat untuk menyelamatkan program unggulan pemerintah tersebut. Redaksi.

*sampai berita ini terbit, belum ada konfirmasi klarifikasi dari pihak pemdes Baliti.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.