Hison “Stop Adu Domba, PT BAK Silahkan Pakai Lokpon Sendiri”

oleh -10 views

Muara Teweh, Polemik perusahaan perkebunan Kelapa Sawit PT Berjaya Agro Kalimantan (BAK) yang beroperasi di Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah kembali terjadi. Ditenggarai karena PT.BAK melintas menggunakan jalan desa sehingga merusak tanah pekarangan warga.

Hison selaku pemilik rumah dan pekarangan saat di lokasi (21/2/2021) kepada media ini mengatakan, “Lokpon PT. BAK jelas ada di hulu kampung yang simpangnya dari Km 2. Lokpon tersebut pernah digunakan selama dua tahun setengah, sejak 2010-2011 hingga pertengahan tahun 2012 mereka kembali menumpang di lokpon masyarakat yang melintas melalui pemukiman warga dan jalan desa tetapi tidak mau memperbaiki dan merawat, sehingga dabit tanah semakin menurun, Setelah dituntut mereka kelihatanya mulai lagi berlindung dan mengadu domba warga dengan warga demikian juga warga dengan pemerintah desa’

Lanjut Hison, “Saya tidak perlu tau tebal atau tipisnya angpau (sogokan-red) yang diduga di berikan PT.BAK ke pemerintah desa, yang pasti jangan melintas di pemukiman depan rumah saya supaya tidak merusak tanah pekarangan saya”

“Adapun terkait tuntutan mereka harus sadar diri, tidak usah berbelit-belit’ Lokpon di turap, kerusakan di ganti, janji di bayar, tidak perlu cari pembenaran sana-sini kerena kerusakanya jelas, Kalau tidak merawat silahkan pakai lokpon mereka kembali, tetapi selesaikan dulu masalah.” Kata Hison kecewa atas ulah PT.BAK.

Masih menurut Hison, hari ini atas permintaan orang tua saya kepada Demang Kepala Adat Kaharingan, Kami telah melaksanakan ritual Penguatan Hompong Pali, karena masalah ini semakin berlarut-larut, ini dilaksanakan untuk menuntut tanggung jawab kepala desa, yang pernah meminta waktu selama dua minggu untuk mengkonfirmasikan kepada pemilik perusahaan, sebagaimana natulen rapat di Polsek Kec. Montallat, tertanggal 18 Januari 2021.

Setelah memimpin pelaksanaan ritual, Robenson selaku Demang Kepala Adat Kaharingan Kabupaten Barito Utara di dampingi Pisur-basir dan anggota Gerdayak serta tokoh masyarakat lainya membaca putusanya.

“Sehubungan dengan telah terjadi pelanggaran hukum adat, sebagai mana perjanjian tumbang anoi 1894 pasal 46 tentang singer hadat tampahan ramu dan pelanggaran hukum adat kabalang jaon janji,
Akibat Pariwa palowas, ngea ngedi parusak, parandah pahina, hak hidup orang lain, yang tuntutanya sudah berlarut-larit namun belum ada penyelasaian maka perlu di tetapkan dalam keputusan Demang Kepala Adat Kaharingan Kabupaten Barito Utara

“Pertama, Memperkuat acara ritual tawur hinting pali yang sudah terpasang pada tanggal 12 Pebruari 2021, Karena belum juga ada upaya penyelesaian

‘Maka oleh kerna itu dengan ini kami menghimbau kepada semua pihak yang bersangketa atau pihak lain agar tidak melakukan pelanggaran hukum adat sebagaimana pasal 58 tentang singer pali karusak hinting, kepada pelaku pengrusak tanah pekarangan, patok dan pagar, Melalui pemerintah desa kamawen supaya dapat menyelesaikan masalah selambat-lambatnya dalam waktu dua kali delapan hari malam, sejak dikeluarkan keputusan, dengan ini menungaskan kepada Gerdayak barito utara untuk menjaga keputusan demang dan diharapkan masalah bisa selesai supaya tidak terjadi pelanggaran hukum adat sebagaimana pasal 96 tentang kasukup singer belum bahadat, bermoral, dan beretika atau yang disebut dengan eksekusi pengasingan dari bumi kalimantan tengah karena tidak patuh terhadap hukum adat setempat, hal ini harus di upayakan demi sama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman yang kondusif terutama di bumi “Yamulik bengkang Turan, ‘Jangan sampai warga masyarakat utus dayak merasa terganggu dan tersinggung.

Keputusan ini akan di sampaikan kepada berbagai pihak, terutama pihak kepala desa setempat “Tutup Robin.

Semoga permasalahan dapat di selesaikan dengan baik..

Sampai berita ini di naikan belum ada konfirmasi dan klarifikasi dari PT. BAK

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.