PERSETERUAN HISON DENGAN PT.BAK, MASUK SERI BARU, DEMANG KAHARINGAN LIMPAHKAN KE DAD

oleh -3 views

Muara Teweh, Permasalahan Hison, salah satu warga Desa Kemawen melawan perusahaan PT.BAK, salah satu usaha perkebunan sawit besar yang lahan perkebunanya di wilayah Desa. Kemawen, Kec.Montallat, Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah, Belum juga berakhir. Permasalahan terlihat masuk ke babak baru.

Penyelesaian Permasalahan menurut Hison sudah dilakukan berbagai upaya. Mulai dari membicarakan langsung dengan pihak PT.BAK yang diwakili oleh Ahmad Sopian, selaku manajer site PT.BAK, mediasi di Polsek Montallat, melalui jalur adat yang ditangani langsung oleh Mantir (Let) Adat dan Damang Majelis Kaharingan Kab. Barito Utara, akan tetapi pihak PT.BAK terkesan cuek dan enggan menyelesaikan masalah. Sehingga masalah dilimpahkan ke DAD Kab.Barito Utara.

“Robenson Selaku Damang Kepala Adat Kaharingan menceritakan kronologi kejadian hingga pelanggaran Hukum Adat dilakukan PT. BAK” kata Robinson kecewa dengan sikap investor yang tidak menghormati adat istiadat Suku Dayak.

‘Seharusnya pihak pihak yang hadir terlebih dahulu memahami masalah dan mempercayai serta paling tidak menanyakan terlebih dahulu kepada kami yang juga berupaya membantu menyelesaikan masalah, supaya kami bisa menjelaskan bagaimana historis perlakuan penyelesaian masalah melalui Hukum Adat yang berlaku, Paling tidak pihak perusahaan juga harus membalas Piring Panyarahan dan Tulang Pakat, dan disertai juga Piring Pangutang serta Palas Pali dengan mengunakan telur ayam kampung dan beras beserta besi dan tapung tawar supaya pihak pemilik rumah tidak sakit, sukar, pulu panok, akibat perbuatan pihak perusahaan”pungkas Robinson menjelaskan bahwa sesungguhnya konflik bisa diselesaikan dengan cara cara yang baik.

Tambah ketua MAKI Barut bahwa Perlakuan Hukum Adat Dayak sebenarnya bisa di lakukan oleh siapapun sekalipun dia bukan bagian dari pengurus dan pemangku adat jika dipercayai dan diminta oleh pihak yang bersangkutan, kerna sifat hukum adat dalam menyelesaikan masalah seperti itu tidak akan bisa berpihak dan penyelesaianya harus melalui musyawarah mupakat.

“Oleh kerna itu, saya salaku Demang Kepala Adat Kaharingan Kabupaten Barito Utata, Menyerahkan Pelanggaran Hukum Adat serta Kriminalisasi Hukum Adat Dayak, kepada DAD Kabupaten Barito Utara supaya dapat di tindak lanjuti, ” tegas Robinson sembari berharap bila sudah di tangani DAD semua pihak menghargai segala upaya DAD untuk rangka menyelesaikan permaslahan Hison dengan PT.BAK

Junio, sebagai ketua DAD Kab.Barito Utara kepada media ini mengatakan telah menerima pelimpahan permasalahan adat dari Demang Kaharimgan, Kab.Barito Utara ke DAD Kab. Barito Utara. DAD akan segera melakukan rapat kordinasi intern. dan segra akan menindak lanjuti permasalahan

“Ya benar, pelimpahan permasalahan dari Demang Majelis Kaharingan Kab. Barito Utara telah kami terima. Kami akan segera melakukan rapat kordinasi intern DAD. Setelah itu kami akan melakukan langkah langkah sesuai dengan kewenangan kami, Ujar Junio supel.

Warga mempermasalahkan PT.BAK karena memakai sebahagian lahan pekarangannya sebagai akses putar balik dan parkir kendaraan pengangkut buah sawit ke Logpon. Menurut Hison beberapa waktu yang lalu kepada media ini tidak pernah ada pemberian ijin kepada PT. BAK untuk memakai lahan pekarangan milik Hison kepada PT.BAK. Apalagi ijin merusak lahan pekarangannya. Sama sekali ijin tidak pernah ada. Kata Hison jengkel.Redaksi.

Konfirmasi dan klarifikasi dari pihak PT.BAK sampai berita ini di publis belum ada respon

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.