Kemana Dana Kontribusi Perusahaan Yang Disetor Ke Desa Kemawen?

oleh -3 views

Muara Teweh, Warga Desa Kemawen, Desa Ruji, Desa Paring Lahung yang memakai satu jalur lintas di Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah sering mengeluh karena jalan poros desa yang mereka lalui sering rusak parah. Keluhan tersebut tidak jarang mereka tampilkan di akun facebook mereka masing-masing, setiap melintas, tidak jarang mobil warga sering tidur di jalan kerena tenggelam dalam lumpur.

Terkait permasalahan jalan tersebut, ternyata salah satu perusahaan sawit di wilayah tersebut sudah memberikan bantuan ke Desa Kemawen melalui Kades Kemawen.

Informasi itu didapat media ini dari seorang stag perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah puluhan tahun menggunakan jalan desa tersebut

Kala staf perusahaan tersebut menyambagi kantor IWO Barut selasa,9 Maret 2021, dengan tegas dan prihatin atas keadaan jalan poros beberapa desa tersebut.

“Kalau kami dilarang melintas di jalan desa jelas kami keberatan bang..!! Karena kami setiap bulan membayar uang kontribusi terkait penggunaan jalan, bukan hanya itu, untuk pak kades sendiri juga ada, dan setiap ada keperluan desa selalu kami bantu seperti bantuan Covid-19 dan bantuan lain yang menyangkut kepentingan masyarakat, selain itu untuk tiga koperasi unit angkutan buah sawit kami juga bayar.” Ujar staf perusahaan sawit sembari meminta namanya dan nama perusahaan tidak ditulis dimedia ini.

“Makanya perusahaan juga merasa di rugikan kalau tidak dilaranh melintas di jalan desa, sebab kami sudah bayar kontribusi, kadang kami juga yg memperbaiki jalan bahkan sampai sering gotong royong dengan masyarakat” tambahnya prihatin.

“Kalau nanti polisi melanjutkan laporan pengrusakan tanah dan pekarangan, saya akan bongkar, Masa saya sendiri yg di hukum bang..Coba, Semestinya pekarangan abang di jalur lokpon itu wajib di perhatikan oleh desa jangan sampai rusak” tambahnya.

Masih menurut staf perusahaan sawit “Kami tidak tau masalah ada tidaknya Perdes yang pastinya kami sudah memenuhi kewajiban kami untuk turut melakukan pembinaan terhadap desa, kami bisa buktikan dengan semua laporan prusahaan yang ada pada menejemen keuangan. Kami akui Perusahaan menumpang di jalan desa Bang… tapi kan kami bayar bang..!!

Dikonfirmasi kepada salah satu warga selaku pemilik unit angkut membenarkan, “Ya semua angkutan dipotong langsung oleh perusahaan sebesar 10% dari hitungan Per kilo atau Per tonase, yang menurut keterangan 5% untuk Koperasi dan yang 5% untuk kontribusi karena menggunakan jalan desa.

“Uang yang di setor ke desa itu selama hampir Dua (2) tahun ini tidak pernah diumumkan penggunaanya ke masyarakat, dan aturan pemotongan tersebut baru-baru saja setelah kades menjabat. “Imbuhnya

Ditanyakan melalui via telpon, Herlianto selaku Wakil Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjelaskan, “BPD sudah pernah secara lisan meminta pertanggung jawaban kepala desa terkait pungutan kontribusi dari perusahaan namun hingga sekarang tidak direspon. “Tukasnya

“Terkait kerusakan jalan desa yang terputus akibat Logpon Masyarakat digunakan oleh perusahaan itu sangat menjadi kendala bagi masyarakat karena kondisi sekarang ini pada ujung jalan sudah gantung setinggi sekitar kurang lebih Satu meter,. Kalau untuk mobil jelas tidak bisa lagi masuk ke desa bahkan kenderaan juga sering beresiko berbahaya dan terjatuh, padahal itu satu-satunya jalan induk lintas utama masuk ke desa.” Terang Herlianto. Redaksi.

*Sampai berita ini terbit, konfirmasi klarifikasi dari pihak Kades belum ada.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.