DAD Barut Keluarkan Rekomendasi Atas Permasalahan Adat Yang Diduga Dilakukan Oleh PT.BAK

oleh -1 views

Muara Teweh. (31/03/21) bertempat di Kantor DAD Kab. Barito Utara, sesuai undangan DAD Barito Utara kepada pihak pihak yang terkait dengan Permasalahan dugaan Pelanggaran Hukum Adat Dayak yang dilakukan oleh PT.BAK dilaksanakan.

Dugaan tindakan dugaan Pelanggaran Hukum Adat yang di lakukan oleh PT.BAK, bermula dari adanya keberatan Hison, warga Desa Kemawen. Keberatan Hison karena diduga PT.BAK telah melakukan pengrusakan terhadap tanah pekarangan dan patok tanah milik Hison.

Menurut Hison, bahwa sudah lama dan banyak upaya yang dia lakukan untuk penyelesaian permasalahan yang dia hadapi melawan PT.BAK, tetapi PT. BAK terkesan cuek dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan. Sehingga Hison melimpahkan permasalahannya kepada Demang Majelis Kaharingan Kab. Barito Utara.

Lagi lagi, menurut Hison, PT.BAK tidak menghormati Pemangku Adat Demang Majelis Kaharingan Kab Barito Utara, dan permasalahan tidak juga bisa diselesaikan. Kemudian Demang Majelis Kaharingan Kab Barito Utara, melimpahkan permasalahan yang sudah ditangani Demang Majelis Kaharingan Kab Barito Utara ke Dewan Adat Dayak Kab Barito Utara.

Junio, selaku Ketua DAD Kab Barito Utara setelah menerima pelimpahan perkara dari Demang Majelis Kaharingan Kab Barito Utara langsung mengambil sikap.

Setelah melakukan cek Lapangan ke Desa Kemawen, di kawal oleh BATAMAD Barito Utara, DAD kemudian mengundang pihak pihak yang terkait dengan perkara adat, dan dari hasil pertemuan dan disaksikan para pihak terkait menerbitkan rekomendasi.

Point point rekomendasi DAD Kab Barito Utara adalah agar PT.BAK memperbaiki halaman rumah Hison yang rusak dengan memasang turap dan perataan menggunakan tanah uruk atau pasir lokal, Agar PT.BAK dan perusahaan lainnya memperbaiki jalan desa Kemawen, PT.BAK wajib membayar denda adat sebanyak 80 antang dan kepada Kepala Desa Kemawen direkomendasikan untuk membuat Perdes yang mengatur penggunaan jalan desa oleh Pihak Ketiga (perusahaan)

Junio, Ketua DAD Kab Barito Utara kepada media ini sesaat setelah pertemuan pihak terkait yang diundangnya menyampaikan bahwa PT.BAK wajib melaksanakan Denda Adat sebagaimana tertuang dalam surat Rekomendasi DAD Kab Barito putera.

“PT.BAK wajib melaksanakan rekomendasi DAD. Rekomendasi DAD satu tingkat dibawah Mahkamah Adat. Saya minta PT.BAK menghormati rekomendasi tersebut. Demikian juga Kepala Desa Kemawen untuk dapat membuat Perdes yang mengatur penggunaan jalan desa oleh pihak perusahaan. Akan tetapi saran saya, perusahaan lebih baik untuk membangun jalan sendiri. Memiliki Lokpon sendiri.” Tegas Junio .

Robinson, Demang Majelis Kaharingan Kab Barito Utara ketika diminta komentarnya dengan singkat mengatakan agar semua pihak yang ada di Kalimantan untuk menghormati adat istiadat suku Dayak, termasuk PT.BAK.

“semua pihak yang ada di Kalimantan untuk menghormati adat istiadat suku Dayak, termasuk PT.BAK. kami sangat menghormati investor, tetapi investor yang menghormati kearifan lokal dan adat istiadat suku Dayak” kata Robinson tegas. (Cana)

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.