Berawal Dari Rekaman Dugaan Ancaman Pembunuhan Wartawan Dengan Cara Penggal Kepala, Berujung Di Polres Barito Utara

oleh -0 views

Muara Teweh. Viralnya rekaman suara yang menghebohkan di dunia Maya, khususnya di masyarakat Barito Utara ternyata tidak berhenti begitu saja. Rekaman suara yang isinya ditenggarai mengancam akan mebmbunuh salah satu wartawan lokal Barito Utara tersebut berbuntut panjang. Rekaman Suara diduga mengancam akan membunuh wartawan dengan cara memotong leher tersebut, Selasa 20 Maret 2021 berlabuh di kantor Polres Barito Utara sebagai bentuk laporan pengaduan.

Oknum wartawan yang tercatut dalam rekaman suara yang diduga akan dibunuh seseorang tersebut merasa sangat terganggu dan merasa nyawanya terancam, hingga Agustian Rajab melaporkannya ke Polres Barito Utara, Rajab berharap agar laporannya secepatnya diproses hukum dan nama yang ada dalam rekaman suara tersebut diperiksa oleh penyidik.

“Saya dan keluarga sangat keberatan dengan adanya rekaman suara yang isinya mengancam akan membunuh saya dengan cara memenggal kepala saya. Saya dan keluarga sangat merasa terancam akan dibunuh oleh P. Sehingga saya melaporkannya ke polres Barito Utara. Dengan harapan agar Polres Barito Utara dengan profesional memproses laporan saya” kata Agustuan Rajab ke media ini.

“Saya tidak ada hubungan kerja dengan si pengancam, sebagaimana profesi saya sebagai wartawan, saya juga tidak pada posisi konfirmasi dan atau klarifikasi terkait suatu berita kepadanya, apalagi mengganggu pekerjaannya, saya tidak pernah. Lalu kenapa dia mengancam akan memenggal kepala saya?” Ujar Agus sapaan pimred media online Tewehnews.com ini heran.

“Jangan oleh karena ancaman ancaman seperti ini, rekan rekan wartawan merasa takut dan terganggu ketika menjalankan tugas jurnalisnya. Kami wartawan pilar pembangunan dan dilindungi oleh undang-undang” tambah Agus sembari berharap kasusnya cepat di proses oleh kepolisian dan tidak kembali terjadi tindakan menghalang halangi tugas jurnalistik.

Sebagaimana diberitakan media ini beberapa hari yang lalu bahwa akibat adanya rekaman suara yang diduga tindakan pengancaman pembunuhan terhadap wartawan di Barito Utara, didasari atas karsa jurnalis, dua organisasi wartawan di Barito Utara tergerak mendampingi Agus dan Iher.

Bung Harianja, ketua AJV Kab. Barito Utara terkait Laporan Agus kepada Polisi, kepada media angkat bicara. Bung Harianja dengan supel mengatakan setuju.

“Saya sangat setuju atas langkah hukum yang dilakukan Agus. Biar polisi bekerja profesional. Biar polisi mengungkap kasus ini dengan terang benderang. Kita percaya dengan polisi. Bila ditemukan ada unsur pidananya, ya harus dihukum. Semoga kedepan tindakan pengancaman, menghalang halangi tugas jurnalistik tidak terulang kembali” kata Bung Harianja.

Ditempat terpisah, Hison sebagai ketua Ikatan Wartawan Online Kab Barito Utara mengatakan sangat tidak menduga akan ada pengancaman dengan cara sadis kepada rekan wartawan.

“Jujur, saya tidak menduga akan ada di Barito Utara yang kita cintai ini terjadi pengancaman pembunuhan dengan cara penggal kepala kepada rekan kami Agus. Saya sangat setuju atas upaya hukum Agus dengan melaporkan peristiwa hukum yang dialaminya. Dengan laporan polisi tersebut, saya berharap pihak kepolisian juga memberikan perlindungan hukum kepada Agus dan keluarganya. Harapan saya, polisi merespon cepat kasus ini” Kata Hison singkat.

Melihat isi surat laporan polisi yang ditulis Agus, dengan terang terbaca bahwa adanya tindakan pengancaman pembunuhan tersebut karena Agus diduga mengganggu usaha si pengancam dan oknum yang melakukan pengancaman tersebut diduga adalah pelaku utama mafia tanah.

Media ini belum dapat konfirmasi/klarifikasi dari nama tertulis dalam Laporan Polisi karena media ini tidak memiliki akses untuk konfirmasi/klarifikasi.

Cana

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.