Seri Baru, Dugaan Adanya Paktek Mafia Tanah Di Desa Karendan, Dino CS Melaporkan Para Oknum Yang Diduga Pelaku Mafia Tanah Ke Polres Barito Utara

oleh -3 views

Muara Teweh, Perseteruan antar warga di Desa Karendan terkait dugaan adanya praktek Mafia Tanah belum berakhir. Bahwa masuk pada seri baru. 25 warga secara bersama sama melakukan pelaporan ke Polres Barito Utara sebagai bentuk kekecewaan dan keberatan mereka atas perilaku oknum oknum yang ditenggarai sebagai Mafia Tanah di desanya.

Seri baru dilakukan oleh Dino CS, Warga Desa Karendan, Kecamatan Lahei mewakili 25 orang warga lainnya melaporkan dugaan kasus Mafia Tanah, Pemalakan Kayu, dan Karhutla ke Polres Barito Utara, Polda Kalteng, Senin (26/4/2021) pagi.

Dino mengatakan kami sangat tidak terima, kami keberatan karena perilaku segelintir orang yang melakukan pemalakan hutan yang berstatus Hutan Produksi, kemudian dikapling kapling (dibagi bahi-red) lalu dijual kepada warga yang bukan warga Desa Karendan.

Atas perilaku oknum oknum yang kami duga sebagai pelaku Mafia Tanah, sehingga kami telah melaporkan J (oknum anggota DPRD Barito Utara), PY (warga desa Karendan), RY dan JY ( Warga Karendan) yang kami duga sebagai pelaku mafia tanah di Desa Karendan, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalteng sembari menunjukkan bukti pengaduan ke Polisi Barito Utara.

“ Kami sebagai warga Desa Karendan, merasa keberatan karena hutan yang ada di Desa Karendan  dikapling-kapling dan  diperjual belikan kepada pihak lain di luar warga desa Karendan,” ujarnya Dino geram.

Ditambahkannya, kami sebagai warga Desa Karendan, merasa keberatan Kepala Desa mengeluarkan Surat Keterangan Tanah dengan tanggal pengukuran  05 Mei 2017 atas nama P dan j seluas 25.900 Ha.

“Ini dokumennya pak” kata Dino menujukkan dokumen tanah yang diduga sebagai bukti adanya perilaku Mafia Tanah yang di lakukan oknum oknum yang dilaporkan ke Polres Bariton Utara.

“ Kami sebagai warga Desa Karendan,  merasa keberatan bahwa J (oknum anggota DPRD Barito Utara) telah menjual lahan seluas 59 Ha kepada pihak lain,” katanya.

” Kami sebagai warga Desa Karendan, merujuk surat keputusan Kepala Desa nomor : 590/01/PEM/DK/VII/2020 tentang kepemilikan tanah tanam tumbuh berdasarkan hak dan asal usul di Desa Karendan.” Ujar Dino kesal.

“ Kami sebagai warga Desa Karendan, meminta kepada Kapolres Barito Utara untuk turun ke lapangan supaya melihat langsung ke lokasi lahan yang mereka kuasai, karena di lokasi yang dikuasai oleh mereka telah terjadi pembalakan kayu dan pembakaran hutan (Karhutla),” tambahnya sembari meminta laporan mereka bisa segera diproses oleh pihak kepolisian dengan seadil-adilnya, ini menyangkut kepentingan warga Desa Karendan.

“ Kami siap untuk menunjukan lokasi tanah yang telah dikapling-kapling oleh segelintir orang tersebut, dan juga siap menunjukan lokasi pemalakan kayu dan pembakaran lahan yang telah kami laporkan itu,” pungkasnya. (Cana)

**Terhadap oknum yang dilaporkan sebagai mana dalam berita, media ini belum konfirmasi/klarifikasi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.