Bung Arnold (Sekretaris AJV Barut) :” Tindakan Pengancaman Terhadap Wartawan Disaat Menjalankan Tugas Jurnalis Adalah Masalah Serius dan Harus Diproses Hukum”

oleh -0 views

Agustian Rajab ” Saya Apresiasi Kinerja Polres Barut Yang Cepat Memproses Pengaduan Tindak Pidana Dugaan Pengancaman Pembunuhan Terhadap Diri Saya”

TEWENEWS, Muara Teweh – ( 30/04/21) Agustian Rajab, Wartawan Media Online Tewehnews.com, sekitar pukul 8.00 WIB mendatangi Satreskrim Polres Barito Utara dalam rangka menghadiri undangan Satreskrim untuk diperiksa sebagai saksi pelapor dugaan Pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh oknum mafia tanah.

Menurut Agustian Rajab, dia diperiksa sekitar pukul 8.00 WIB dan selesai sekitar pukul 10.00WIB. Pertanyaan Penyidik lebih kurang 12 pertanyaan dijawab oleh Agustian Rajab.

“Saya datang ke satreskrim polres Barito Utara menghadiri undangan untuk diperiksa sebagai saksi pelapor atas permasalahan hukum yang saya hadapi. Saya menduga akibat pemberitaan Tewehnews.com beberapa minggu yang lalu terkait dugaan adanya praktek mafia tanah di desa Karendan, ada oknum yang tidak saya kenal menyampaikan ke I, warga sebagai narasumber berita akan membunuh saya. Bahkan oknum tersebut juga mengancam orangtua saya” kata Agustian Rajab di depan kantor Satreskrim Polres Barito Utara setelah diperiksa.

Bung Arnold. (Sekretaris AJV Barito Utara)

“Atas tindakan pengancaman tersebut maka pada tanggal 20/04/21 yang lalu, saya melapor ke Polres Barito Utara. Saya mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Barito Utara yang cepat merespon dan memproses laporan saya. Saya berharap, dengan keprofesionalan penyidik satreskrim Polres Barito Utara, perkara yang saya laporkan dapat diungkap dengan terang benderang. Semua oknum yang terlibat harus dihukum” tambah Agus .

Ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis di tanah air terus terjadi. Sebagai pilar ke-4 demokrasi dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers, jurnalis kerap diteror, diancam bahkan ada yang dibunuh oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dan terancam dengan kerja jurnalis.

Agustian Rajab mengaku diancam atas pemberitaan dugaan kasus mafia tanah yang menyeret oknum anggota DPRD Barito Utara.

Keterangan Agustian Rajab kepada media ini bahwa dugaan pengancaman tersebut tidak dilakukan secara langsung kepada dirinya, tetapi via telepon kepada I narasumber yang sebelumnya diwawancarai oleh tewenews.com terkait pemberitaan dugaan mafia tanah yang diduga melibatkan J, salah satu oknum anggota DPRD Barut.

Agustian Rajab, Wartawan Tewehnews,com korban Pengancaman Dari Oknum Diduga Mafia Tanah

Dalam rekaman berdurasi sekitar 6 menit 54 detik yang menggunakan bahasa Bakumpai, pria tak dikenal yang kemudian (diduga-red) adalah P tersebut awalnya menanyakan pemberitaan terkait J kepada I yang merupakan narasumber tewenews.com.

“Ku dengar kamu yang memberitakan J betul lah,” tanya P kepada I via telepon.

“Haw bukan saya ah,(Kalau itu bukan saya),” jawab I.

“Ikam jar orang wartawannya’ oh A T.(Kata orang kamu wartawannya. Oh AT),” jawab P, lalu menyebut salah satu nama yang juga dikenal I.

Usai menanyakan siapa wartawan yang membuat berita terkait J , P lalu memberikan nasihat kepada I untuk bekerja yang baik dan halal.

“Jangan kaya itu wal ai anu kada bagus baik manggawi yang bagus-bagus ja baik manggawi yang halal ja wal ai bagawi ikam kenal ja dengan J (Jangan begitu kawan, lebih baik kamu kerja yang bagus-bagus dan yang halal. Kamu kenal kan dengan J),” nasehatnya kepada I.

Percakapan terus berlanjut antara I dengan P, I dipesan agar memberitahu AT yang juga adalah jurnalis mendatangi rumah atau Desa Karendan untuk menemuinya. Bahkan dalam percakapan tersebut terdapat pernyataan untuk saling bersembelih.

“Mun nya AT bilang aja suruh inya ke rumahku atau suruh ke Desa Karendan mendatangi aku , mun handak besembelih besembelih disana pander ja jarku (Kalau AT suruh dia ke rumah saya atau ke Desa Karendan menemui saya. Kalau mau saling bersembelih, bersembelih aja di sana. Bilang aja ” pesan P ke I.

Tak hanya menyebut nama AT, P juga mengatakan dirinya tidak takut kepada wartawan dan juga kepada yang lainnya. Bahkan dirinya juga mengajak AT dan jurnalis tewenews ke Desa Karendan.

“Aku kada takutan dengan wartawan dengan yang lainnya mun ikam handak tahu, pander dengan Agustian Rajabnya, dengan AT ayo kesana ke Desa sana mun handak jadi laki laki. (Saya tidak takut dengan wartawan dan yang lainnya kalau kamu mau tahu. Beritahu dengan Agustian Rajab dan AT ayo ke Desa Karendan kalau memang laki-laki),” ujar P seolah menantang.

Tidak maksud tantangannya ke AT, P tersebut juga mengatakan dirinya tidak takut kepada Agustian Rajab beserta ayah dari Agustian Rajab.

“Jangan Agustian Rajab, Abah Agustian Rajab gin ku tampar tu orangnya aku.(Jangan kan Agustian Rajab, Bapak dari Agustian Rajab pun saya tampar orangnya),” ujar P mengancam.

Terhadap rekaman yang viral tersebut, Agustian Rajab yang merupakan jurnalis tewenews.com saat dikonfirmasi mengatakan bahwa medianya memang memberitakan terkait dugaan adanya mafia tanah di Desa Karendan. Dalam pemberitaan tersebut nama oknum DPRD Barito Utara berinisial J disebutkan sebagai penjual lahan yang diduga lahan hutan produksi.

“Untuk pemberitaan terkait J yang diduga menjual lahan itu betul. Dan itu sudah kami konfirmasi ke J setelah kami mendapat informasi dari warga. Bukan pemberitaan sepihak,” ujar Agustian saat ditemui, Sabtu (24/4/21) yang lalu.

Wartawan senior di Muara Teweh tersebut mengatakan dirinya dalam pemberitaan tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama ataupun inisial dari P, lalu kenapa P melakukan dugaan pengancaman terhadap saya dan keluarga.

“Dalam pemberitaan itu kami sama sekali tidak menyebut nama pria yang menelpon dan melakukan dugaan pengancaman tersebut. Saya sendiri juga tidak kenal dengan orangnya. Mungkin dia merasa juga masuk dalam dugaan kasus mafia tanah tersebut kita tidak tahu. Intinya saya tidak kenal dan tidak pernah menyebut dirinya dalam pemberitaan itu,” ujar Agustian.

Sebagai jurnalis yang bertanggung jawab atas pemberitaan dan disebutkan namanya dalam dugaan pengancaman, Agustian mengaku kesal dan sudah menempuh jalur hukum. Ia sudah melayangkan laporan ke Polres Barito Utara dan meminta perlindungan hukum bagi dirinya dan keluarga.

“Kita akan minta polisi ungkap semua yang terjadi dibalik pengancaman ini, memeriksa nama yang tersebut dalam rekaman suara itu. Apa motivasi P sehingga melakukan tindakan itu kepada saya bahkan kepada ayah saya, Apakah P suruhan J? Nanti akan kita ketahui. Saya percaya pihak kepolisan profesional dan bisa memproses dan mengungkap kasus ini dengan terang benderang ” tambahnya geram sembari menambahkan agar siapapun pihak tidak boleh mengintervensi, mengancam para wartawan. Bila tindakan pengancaman dibiarkan kepada insan jurnalis, ini sangat berbahaya.

Bung Arnold, wartawan yang baru beberapa waktu yang lalu terpilih menjadi Sekretaris Aliansi Jurnalis Video Kab.Bariro Utara ikut angkat bicara terkait dugaan adanya tindakan oknum yang melakukan pengancaman pembunuhan kepada Agustian Rajab.

“Ini sangat serius dan harus menjadi atensi semua pihak. Saya berharap apa yang dialami rekan jurnalis yaitu dugaan tindak pidana pengancaman tidak terulang lagi. Jurnalis dilindungi undang undang. Media merupakan pilar ke empat demokrasi kita. Laporan pengaduan Agustian Rajab itu saya dukung dan saya berharap polisi profesional memproses nya” kata Arnold serius.

(Cana)

**Terjemahan Rekaman Menurut versi Agustian Rajab, Jurnalis korban Dugaan Pengancaman.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.