Oknum Operator SPBU Jalan Pendreh Muara Teweh Bergaya Preman, Lecehkan Wartawan

oleh -23 views

Aneh Tapi Nyata, Konsumen Kendaraan Umum Disuruh Meminggir Menunggu Pengisian BBM Kepada Rombongan Yang Ditenggarai Adalah Pelangsir.

Muara Teweh. Beberapa minggu yang lalu, Polda Kalteng melalui Dirreskrimsus Polda Kalteng melakukan Penangkapan terhadap seorang pelansir. Oknum pelangsir yang ditangkap karena di duga melakukan Transaksi BBM Ilegal di SPBU Jalan Pramuka (Selasa 4/5/2021),

Pelangsir yang diamankan adalah MD (40) warga Jalan Penreh Kel. Lanjas Kec. Teweh Tengah Kab. Barito Utara dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

SPBU yang berada di jalan Pendreh, Rabu (19/05/21 sekitar pukul 8.00 Wib, dipenuhi puluhan yang diduga adalah pelansir. Ironisnya kendaraan umum disuruh meminggir, parkir diareal dekat pagar SPBU sambil menunggu pengisian BBM diduga kepada rombongan yang ditenggarai adalah pelansir.

Bung Harianja, Pimred Media www.suaraborneo.co.id bersama Arnol, Wartawan Partner Resmi Kumparan.com, kepada media ini menjelaskan pengalaman aneh tapi nyata yang mereka alami saat hendak mengisi BBM di SPBU jalan Pendreh.

“Saya bersama saudara Arnold ke SPBU yang ada di Jalan Pendreh. Kami melihat ada puluhan rombongan yang diduga adalah Pelangsir. Disaat yang bersamaan ada kendaraan umum yang ingin mengisi BBM. Oleh petugas SPBU meminta agar pengendara mobil Avanza meminggir atau parkir sambil menunggu pengisian BBM kepada yang diduga Pelangsir. Saat kami sampai, melihat jalur pengisian penuh, sebentar kami berhenti didekat pompa pengisian BBM. Petugas SPBU meminta kami meminggir/parkir dekat tembok pagar SPBU sambil berkata “pinggir dulu disini bang. Aman. Aman saja. Sebentar menunggu itu” sembari menunjuk pengisian BBM yang sedang berlangsung kepada yang kami tenggarai adalah Pelangsir. Kami pun menurut, meminggir dan menunggu.” Terang Bung Harianja kesal.

“Saat kami menunggu giliran, kemudian ada petugas lainnya datang menghampiri kami dan mengucapkan kata kata kasar. Dia bilang dengan suara keras. (Jangan kalian mentang mentang wartawan, jangan sok jagoan lah). Saya jawab apa maksudnya. Oknum tersebut dengan menunjuk nunjuk saya mengatakan ucapan yang sama. (Jangan kalian mentang mentang wartawan jangan sok jago lah). Dari pada ribut yang bisa berpotensi anarkis, kami memilih keluar dari SPBU. Ini bentuk pelecehan terhadap wartawan” kata Bung Harianja.

“pelayanan buruk tersebut, dapat menjadi koreksi dari otoritas termasuk Pertamina ” kata Bung Harianja berharap SPBU yang berada di Jalan Pendreh dapat memperbaiki pelayanannya terhadap konsumen.

Arnold, wartawan partner resmi Kumparan.com, sekretaris AJV Barito Utara juga menunjukkan reaksi penyesalan atas arogansi SPBU yang berada di Jalan Pendreh tersebut.

“Tindakan oknum SPBU tersebut adalah arogansi terhadap insan jurnalis. Kami ke sana semata mata ingin mengisi BBM, sebab kami ada perjalanan ke Kandui. Walaupun kami disaat itu melakukan tugas jurnalis, saya kira tindakan keterlaluan itu tidak harus dilakukan oknum tersebut.”terang Arnold

“Awalnya dengan kata kata sopan dari oknum petugas SPBU meminta kami meminggir sambil menunggu pengisian BBM terhadap yang kami duga adalah rombongan pelangsir. Kami meminggir mengikuti arahan petugas. Kemudian oknum petugas lainnya datang menghampiri kami dan mengatakan agar sebentar bersabar. Namun kemudian kami dihampiri oknum petugas yang tidak kami ketahui identitasnya dan langsung mengucapkan kata kata yang tidak patut seperti yang disampaikan bung Harianja itu. Melihat situasi semakin memanas, kami memilih keluar dari lokasi SPBU. Apakah ini SPBU khusus dan istimewa?” Ujar Arnold. (Cana)

Media ini belum melakukan konfirmasi kepada pemilik SPBU, karena tidak memiliki akses.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.