Dino “Saya Minta Maaf, Saya Akan Cabut Laporan Saya Ke Polres Barito Utara”

 Dino “Saya Minta Maaf, Saya Akan Cabut Laporan Saya Ke Polres Barito Utara”

Ricysaya sebagai kepala Desa Karendan, bertanggung jawab untuk menjaga kondusivitas Desa Karendan dan para pelaku usaha. Saya berharap masyarakat turut serta mendukung masuknya investor ke Desa Karendan. Semakin banyak investor, berdampak baik untuk masyarakat”

Barito Utara. Beberapa minggu yang lalu, beredar pemberitaan di salah satu media online menulis adanya laporan salah satu warga Desa Karendan, Kec. Lahei, Barito Utara, Kalteng ke Polres Barito Utara terkait dugaan adanya Praktek Mafia Tanah di Desa Karendan. Berita tersebut sempat membuat jagat Barito Utara heboh. Ternyata Dino yang bertindak sebagai pelapor (19/07/21) menyatakan sangat menyesal dan materi laporannya keliru dan berniat akan mencabut laporannya.

Pengakuan Dino, laporannya dilakukan tanpa dasar yang kuat. Laporan tersebut, atas dasar adanya obrolan dengan beberapa orang dan ada seseorang yang menanyakan tentang adanya oknum mafia tanah. Kemudian, Dino melakukan pelaporan ke Polres Barito Utara.

Melihat dampak dari laporan Dino, untuk maksud agar tidak terjadi kekisruhan dan kegaduhan masyarakat, dengan respon cepat, Ricy selaku Kepala Desa Karendan melakukan mengumpulkan warga untuk musyawarah termasuk Dino diundang dan ikut hadir. Senin (19/7/2021) Malam.

Ricy mengatakan bahwa tujuan mengumpulkan warga termasuk Dino untuk meredam kegaduhan dan kekisruhan ditengah masyarakat terkait adanya laporan warganya (Dino-red) ke Polres Barito Utara atas dugaan adanya praktek Mafia Tanah di Desa Karendan. Pelapor dan terlapor turut serta hadir dalam pertemuan tersebut. Kedua pihak pelapor dan terlapor sepakat saling memaafkan dan berujung damai. Dino juga dengan iklas dan serius tidak lagi melanjutkan laporannya dan mencabut laporannya.

“Saya sebagai kepala desa bertanggung jawab terhadap kondusifitas desa Karendan. Sehingga saya ambil respon cepat melakukan musyawarah mufakat atas adanya laporan Dino kepolres Barito Utara. Alhamdulillah berjalan baik, pelapor dan terlapor berdamai” ujar Ricy senyum.

“Saya juga tentu bertanggung jawab untuk menjaga kondusivitas pelaku usaha di Desa yang saya pimpin. Kita tahu bahwa pemerintah bekerja keras untuk meningkatkan pembangunan bidang ekonomi. Mengundang investor adalah salah satunya. Saya sebagai kades tentu mendukung upaya baik pemerintah pusat dan daerah. Salah satu indikator masuknya investor adalah garansi keamanan dan kenyamanan menjalankan usaha. Saya sangat mengapresiasi pihak pelaku usaha yang menanamkan modal usahanya di Desa kami” kata Ricy supel.

“Saya sangat berharap, semua pihak, warga masyarakat mendukung masuknya pelaku usaha ke desa Karendan. Semakin banyak investor masuk ke desa kami, tentu berdampak baik terhadap kesejahteraan masyarakat” ujar Ricy sembari menambahkan bahwa barometer masuknya pelaku usaha dari luar ke desa Karendan adalah kesiapan masyarakat menerimanya dengan suguhan ramah tamah, damai dan bersama sama menjaga keamanan.

Terpisah, satu warga bernama Dino mengatakan, setelah mendengar keterangan Kepala Desa Karendan, Ia tidak berniat lagi melanjutkan laporannya, Dino mengakui tindakan pelaporan ke Polres Barito Utara bisa menimbulkan potensi konflik. Dino juga mengakui tidak terlebih dahulu melakukan cek dan recek lapangan atas informasi yang beredar.

“Laporanku kepolres karena ada issu ada ada yang kuasai lahan Desa Karendan. Ternyata tidak benar. Saya menyesal karena informasinya tidak jelas. saya berniat cabut laporanku dan saya juga sudah meminta maaf kepada masyarakat Desa Karendan dan Kepala Desa,” ujar Dino sambil mengatakan dalam waktu dekat akan mencabut laporannya di Polres Barito Utara. (TIM)

Redaksi Suara Borneo

https://suaraborneo.co.id/

Be Smart Be Save

Related post