Cafe Diduga Tidak Kantongi Ijin Resahkan Warga, Warga Minta Aparat Melakukan Penertiban

oleh -326 views

Muara Teweh, selama 3-4 bulan terakhir dalam kota padat penduduk Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah pemerintah serius berupaya mencegah terjadinya perkumpulan orang dalam jumlah banyak. PPKM adalah salah satu upaya pemerintah untuk menekan penyebaran Covid19. Bahkan ada kasus kerumanan telah diproses hukum dan telah menjadi tersangka.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dilakukan untuk menumbuhkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Cafe diduga tak mengantongi izin resahkan warga sekitar

Oleh Mendagri mengeluarkan Instruksi (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 yang mengatur tentang pengetatan dan perpanjangan PPKM berskala mikro.

PPKM mikro tujuan utamanya adalah untuk kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan.

Cafe yang mengganggu ketenteraman warga minta di tertibkan.

Tujuan PPKM bukan hanya membatasi pada beberapa Cape yang disertai dengan hiburan terbuka tidak sesuai tempat.

Tidak kecuali di Kab. Barito Utara. Khususnya di Muara Teweh ibu kota Barito Utara. Pemerintah sangat serius dalam Penerapan PPKM.

Tapi lain yang terjadi salah satu Cafe terbuka yang digelar dilantai dua ruko terbuka. Berlokasi di jalan Taman Rekreasi Remaja (TRR) RT. 17 RT 05, cafe mengunakan musik alat band dengan pengeras suara yang sangat keras sekali sehingga mengusik warga tetangga yang berada dilingkungan Cafe.

Beberapa seorang warga Muara Teweh yang sedang berkumpul berdiskusi terkait keresahan yang ditimbulkan cafe yang beroperasi di lingkungan pemukiman warga dan tidak bersedia namanya ditulis di media 16/10/2021 melaporkan kepada media ini,

“Mohon pak untuk di beritakan supaya masyarakat terlebih-lebih pelaku usaha tahu aturan. Jangan usahanya justru dapat mengganggu ketentraman warga sekitar.” Ujar salah satu warga kepada media ini ketus.

” sampai kami warga sekitar tidak kedengaran ngomong dalam rumah sendiri apalagi kalau ada tamu-tamu akhirnya percuma pak jadi tidak nyambung, anak anak khususnya sangat merasa terganggu” kata salah satu warga sekitar Cafe ketus sembari minta namanya jangan ditulis di media.

“Silahkan kalau buka usaha hiburan seperti Cafe itu (sembari menunjuk ke cafe-red) sesuai tempat dan tertutup supaya kebisingan suara tidak mengganggu ketentraman warga, jangan sampai karena usaha orang lain tapi kami masyarakat di rugikan, terganggu dan tidak tenteram kan ada aturan yang mengatur.” Tambah warga lainnya menimpali.

“Jangan salahkan kami jika warga sekitar yang menertibkannya” kata warga geram dan meminta supaya Pemerintah Daerah, Pol PP dan Kepolisian setempat, instansi terkait mendengar keluhan warga. Jadi mohon pak untuk di beritakan ya.

Redaksi.

Redaksi belum melakukan konfirmasi kepada pihak terkait

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.