Sungai Menjadi Tempat Pembuangan Limbah Bandsaw CV.SAB, Pemerintah Diharapkan Melakukan Pengawasan Dan Penindakan

oleh -125 views

Muara Teweh. Bandsaw atau sering juga disebut dengan gergaji pita adalah alat pemotong dengan pisau panjang yang terdiri dari lembaran logam bergigi.

Roda-roda ini kemudian menggerakkan pisau kayu berbagai ukuran tergantung kepada jenis dan ukuran pisau.

Bandsaw pengolah kayu yang dimiliki oleh CV.SAB yang berlokasi di KM. 47, Desa Sei Rahayu 2 Kec. Teweh Tengah, Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah (18/10/21) sempat menjadi buah bibir di masyarakat, sebab warga sering melihat beberapa truk pengangkut kayu plat keluar dari jalan blok yang dibangun sebagai akses keluar masuk ke Bandsaw milik CV.SAB.

Pimred Media www.suaraborneo.co.id, Tewehnews.com, Lintasborneo.com, dan Kabiro Media KPK Nusantara sengaja turun langsung melakukan peliputan ke lokasi bandsaw CV.SAB. (18/10/21)

Dipintu masuk bandsaw CV.SAB, ada terpampang plang merek CV.SAB dan didalam lokasi pengolahan kayu industri primer hasil hutan kayu tersebut terlihat potongan potongan kayu log besar yang mana beberapa potongan kayu log tersebut telah dipasangi Barkode warna kuning. Dalam Barkode bertuliskan Kelompok Tani Usaha Jaya.

Limbah Bandsaw dibuang ke sungai.

Di warung yang ada di lokasi Bandsaw tim menyempatkan melepas lelah dan dahaga sembari berbincang dengan 3 wanita yang kebetulan berada diwarung.

Sambil santai melepas lelah, kru bertanya kepada ketiga wanita tersebut siapa pemilik bandsaw. Kompak mereka menjawab tidak tahu.

Kemudian ada satu orang laki laki yang mengaku sebagai staf diberi tugas mengurus karyawan CV.SAB.

Kepada tim, staf tersebut mengaku tidak memiliki nomor bosnya. Staf itu hanya mengatakan bahwa jumlah karyawan yang bekerja di bandsaw CV.SAB berjumlah 70 orang. Satu orang berasal dari warga setempat.

Terkait hal hal lain diluar urusan jumlah karyawan, staf tersebut mengaku tidak tahu.

“Ada Humas pak, namanya H. A. Ini nomor HP nya pak, silahkan ditanya ke beliau” kata staf CV.SAB kepada tim media.

Setelah berbincang singkat dengan warga yang kebetulan ada di warung tersebut, tim media berkeliling lokasi pabrik bandsaw.

Dekat mesin bandsaw, ada puluhan pekerja sedang melakukan pengolahan kayu tanpa memakai alat pelindung diri (savety).

Di sisi mesin bandsaw, ada sungai. Tim mesia melihat ada salah satu karyawan yang sedang menyiram air untuk mematikan api yang membakar limbah bandsaw.

Kenapa bang? Tanya Bung Harianja.

“Memadamkan api bang, takut membesar” jawabnya sambil menyiramkan air ke titik api.

Tim media melihat bahwa kayu limbah bandsaw ternyata dibuang begitu saja ke sungai yang berada dekat dengan mesin bandsaw.

Tumpukan limbah kayu bandsaw banyak berada berserakan di sungai. Sebagian ada yang sudah dibakar.

Menyisir aliran sungai, ternyata dekat sisi warung tampak sungai terlihat kering dan kotor.

Apa nama sungai tersebut? Satupun karyawan dan warga yang berada di lokasi tidak tahu.

Sepulang dari lokasi CV.SAB, tim media mencoba konfirmasi terkait banyak hal kepada H.A yang disebut sebagai Humas CV.SAB.

Tentu yang akan dipertanyakan oleh tim media diantaranya dokumen legalitas CV.SAB, dokumen kayu, perjanjian kontra kerja dengan karyawan, Jamsostek karyawan, AMDAL.

Amdal diperlukan dalam proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan kegiatan Karena itu, tujuan dan sasaran Amdal adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup

Semua jenis badan usaha – baik perseorangan atau badan usaha, baik yang tidak berbadan hukum (seperti CV/Firma) atau yang berbadan hukum (seperti PT atau Koperasi) – wajib memiliki Izin Lingkungan jika kegiatan usahanya tergolong yang wajib menyusun dokumen lingkungan hidup UKL-UPL atau AMDAL

Izin lingkungan juga tidak hilang karena menjadi prasyaratan izin bisnis serta pelanggarannya bisa diawasi

Problem Amdal selama ini adalah perizinan berusaha tidak melihat daya dukung lingkungan, sehingga pencemaran dan polusi tak dihitung sejak mula. Juga dokumen Amdal tak menjadi referensi untuk usaha sejenis. Akibatnya, makin banyak Amdal untuk pelbagai jenis usaha, lingkungan malah semakin rusak.
Bidang Kehutanan

Pada umumnya dampak penting yang ditimbulkan adalah gangguan terhadap ekosistem hutan, hidrologi, keanekaragaman hayati, hama penyakit, bentang alam dan potensi konflik sosial.

limbah kayu bandsaw dibuang ke sungai

Bagaimana pengawasan pemerintah?

Apakah modus para pembalak biasanya bekerja sama dengan para pihak mulai dari kelompok tani sampai pemilik usaha pengolahan kayu untuk memenuhi surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH). Kayu dan sistem informasi perizinan usaha hasil hutan (SIPUH) daring. Diduga satu dokumen bisa digunakan untuk beberapa kali pengangkutan.?


Lemahnya pengawasan di lapangan memudahkan kayu curian lolos sampai di tempat tujuan. Sekarang hampir tidak ada lagi petugas kehutanan di pos-pos jaga. Akibatnya, pembalak jadi lebih leluasa.?

Pemerintah diharapkan dapat melakukan pengawasan dan penindakan kepada pelaku usaha yang malanggar kertentuan perundang undangan.

Redaksi.

Tim Media belum melakukan konfirmasi kepada para pihak terkait khususnya ketua Kelompok Usaha Tani dan Pemerintah.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.