AJV Barut Laporkan Oknum Perusak Cafe AJV Barut

oleh -185 views

Muara Teweh. Berusaha untuk hidup mandiri adalah hak merdeka setiap warga negara. Hak berusaha yang legal dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu pemerintah mendorong tumbuhnya pengusaha pengusaha mikro yang bertujuan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi rakyat.


Sehingga UMKM dapat disimpulkan sebagai usaha ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.

Demikian juga organisasi jurnalis Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Video Kab. Barut turut mendukung program UMKM dengan mendirikan usaha kecil jenis usaha kuliner yang bernama AJV Cafe.

Tujuan pendirian AJV Cafe menurut Bung Harianja adalah salah satunya mendukung program pemerintah dalam pergerakan pertumbuhan UMKM dan tentu menggerakkan keekonomian kerakyatan.

Akan tetapi usaha AJV Cafe terkesan tidak berjalan mulus. Tidak berjalan mulus menurut Bung Harianja bukan pada persoalan modal sebagaimana umumnya dikeluhkan oleh para pegiat UMKM, akan tetapi diusik oleh oknum pelaku UMKM tetangga AJV Cafe.

“Ya, kami sudah beberapa kali diusik ibu dan anak pemilik warung Masbro tetangga kami sendiri. Kami sudah terlalu lama bersabar dan diam mengalah, namun kali ini kami melaporkan ibu dan anak tersebut ke polres Barito Utara”, ujar Bung Harianja, panggilan akbrab Ketua AJV Barut ini kesal.

Menurut penuturan Bung Harianja, pihaknya selalu berusaha menjaga agar hubungaj baik dengan tetangga selalu harmonis, akan tetapi lain jika pihak lain tidak memiliki niat yang sama.

Bung Harianja Ketua AJV Barut “Mereka Sudah Keterlaluan”

“Kami terpaksa melaporkan ibu dan anak tersebut bukan tanpa alasan” kata Bung Harianja memulai kisah sampai pihaknya melaporkan perilaku ibu dan anak pemilik warung Masbro tetangganya sendiri.

“Di Bulan Juli 2021 kami memilih berkantor di warung kodim. Selain karena sentra publik, kami ingin membangun usaha kecil kecilan, maka kami mendirikan Warung kuliner yang kami beri nama AJV Cafe” ungkap Bung Harianja datar.

“Selama kami melakukan rehab, kecuali teras warung, semua belanja konsumsi kami, kami beli dari warung Masbro. Bukan kami tidak mampu masak dan buat sendiri konsumsi itu. Tujuan kami agar interaksi bertetangga itu baik. ” Ujar Bung Harianja.

Menurut Bung Harianja, sifat buruk dan watak ibu dan anak tersebut mulai kelihatan setelah kami selesai melakukan rehap dan ada meja kursi yang kebetulan berada dekat ke batas teras warung Masbro. Ibu pemilik datang dan setengah berteriak mengatakan “om. Tolong kursi dan meja kalian digeser”. Anggota AJV Barut pun menuruti permintaan ibu tersebut.

Kemudian konsumen AJV Barut pernah datang sekitar pukul 8.00 Wib. Kendaraan roda empat konsumen diparkir didepan warung Masbro. Saat itu warung Masbro belum buka. Dan saat ibu dan anak tersebut datang, belum mereka membuka warungnya langsung mendatangi pemilik mobil. “Om cepat itu geser mobil”. Sebagai tuan rumah, bung Harianja meminta kunci mobil dan menggeser mobil tamu ke seberang jalan. Padahal terkait parkir menurut bung Harianja itu hal biasa dan tidak pernah ada masalah.

Pernah juga, sampah pelanggan Warung Masbro dituding sampah kami.

Warung Masbro biasanya tutup jam 21-22. Walau warung sudah tutup, mungkin pelanggan Warung itu meninggalkan sampah rokok. Nah itupun di klaim pemilik warung Masbro sampah AJVCafe Barut.

Untuk tujuan agar tidak lagi ada komplain dari pengelola warung Masbro Masakan Bule, Pihak AJV Cafe memasang pembatas yang terbuat dari kayu dan triplek. Pemasangan pembatas dikerjakan 23/11/21, pukul 24.00 wib, akan tetapi besok harinya (24/11/21) sekitar pukul 09.00 Wib triplek di rusak oleh anak pemilik warung Masbro.

“Kami memasang pembatas terbuat dari kayu dan triplek tipis hanya agar tidak ada lagi komplain dari ibu dan anak itu. Namun besok paginya setelah pembatas terpasang ibu dan anak tersebut marah dan merusak triplek. Bagi kami ini sudah sangat keterlaluan. Kami disini sama sama bayar sewa, niatnya berusaha mencari nafkah. Bukan untuj ribut. Oleh karena sikap dan tingkah laku mereka sudah sangat keterlaluan, untuk menghindari hal hal yang menjurus konflik fisik, kami laporkan. Biar proses hukum berjalan” terang Bung Harianja sembari berharap agar pihak polres Barut segera memproses laprannya.

“Harapan saya Polres Barut segera memproses laporan kami” imbuh Bung Harianja.

Media ini belum mengkonfirmasi kepada pihak terkait.

Tim

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.