Hison : Siapapun Yang Merampas Tanah Hak Milik Keluarga Besar Saya, Pasti Akan Kami Lawan. Saya Minta Investor Bijaksana

oleh -85 views

Muara Teweh. Rencana adanya inventarisasi lahan yang di berikan oleh pemdes Kamawen kepada investor, berbuntut masalah.

Hison dan keluarga besarnya merasa bahwa pemdes Kamawen melakukan tindakan sewenang senang. Akibatnya keluarga Hison berang dan dengan tegas melakukan perlawanan.

Begini penjelasan Hison kepada Wartawan media ini. (13/05/21).

Pelaksanaan pertemuan hari kamis, 12 Mei 2022 di hadiri Camat, Kapolsek, Koramil dan Demang Kepala Adat, setelah masing-masing pihak menyampaikan kata sambutan dan harapanya dalam penyelesaian masalah bahkan terhadap rencana mendukung Investor PT LHL yang ingin membangun Logpond di seberang desa Kamawen sebagaimana yang di paparkan oleh Jumadi selaku kepada desa sekaligus pengundang mediasi memaparkan.

Kades menyampaikan pada bulan lalu kami Pemerintah Desa di kunjungi oleh pihak PT LHL yang ingin membuat logpond di seberang wilayah desa Kamawen dan bulan lalu mereka sudah membeli Eks Logpond milik PT SABM namun selanjutnya PT LHL masih kekurangan lahan sehingga dari pemerintah desa bersama PT LHL memplot rencana inventarisir lahan secara global seluas 36. Ha.

Ujar kades bahwa dia terkejut melihat di media sosial bahwa saya komplin lahan dalam wilayah yg akan di inventarisasi kepada pihak perusahaan sehingga kami mengundang para pihak untuk mediasi hari ini, sehingga Jumadi selaku kepala desa pengundang untuk mediasi.

Saya selaku warga yang mewakili keluarga besar menyampaikan Secara kebetulan tadi malam setelah saya datang ke kampung ada 2 orang saudara sepupu saya yang lansung menyambangi karena mendapatkan surat pangilan yang sama dan mereka tidak pernah merasa ada masalah apalagi sampai meminta dimediasikan oleh pihak Pemerintah desa.

Masih menurut Hison, menanggapi permasalah tersebut adalah bukti jelas bentuk adanya penyalahgunaan kewenangan selaku kepala desa. Cara kades ini jelas mengadu domba dan mempermainkan serta memprovokatir agar terjadi kegaduhan diatas lahan milik keluarga besar kami supaya terjadi kegaduhan untuk menimbulkan keuntungan bagi Jumadi dan warga lain yang didaftarkannya menjadi sengketa. Sementara lahan keluarga besae kami sudah kami kelola turun-temurun menjadi sumber kehidupan kebutuhan hidup keluarga besar kami.

Jumadi lupa bahwa akibat terlalu cepat tindakanya dapat melanggar hukum positif dan hukum adat karena merugikan orang lain dan membuat kurang nyaman antara kami sekeluarga padahal dia tau saya berdominsili di muara teweh dan saudara saya ada yg datang dari Puruk Cahu karena surat pangilannya maka saya mohon agar Bpk. Kapolsek dapat menerima pengaduan kami.

Masih menurut Hison, terkait dengan permasalahan lahan yang saya posting melalui media sosiai itu juga adalah bentuk merugian kami akibat perbuatan Jumadi selaku kepala desa yang tanpa sepengetahuan kami membawa pihak karyawan PT SHS merintis di tengah-tengah tanah kami bahkan mengajak warga lainya untuk merampas hak dengan ingin menjual tanah dimaksud kepada pihak perusahaan, setelah mendapatkan informasi jelas melalui bukti surat rencana peta lanpiran pembuatan SKT dan rekaman saat ibu dan adik saya yang diajak mengukur sisa lahan kami tapi Jumadi terlihat bersekongkol dengan bagian pengukuran.

Mengetahui rencana perampasan hak tersebut saya terpaksa lansung turun bersama angota dengan keluarga saya untuk melakukan pengecekan lokasi ternyata benar sampai ke kebun karet yang di jadikan Jujuran untuk ibu dari anak-anak saya juga mereka rintis dan sudah di pasang tanda-tanda pita merah, yang memaksa kami harus melanjutkan penebasan diwilayah kebun karet kami supaya memperlihatkan bukti kelola dan mengagalkan rencana pembebasan mereka dengan pihak PT LHL, kata Hison serius.

Adapun wilayah lahan yang di jadikan objek masalah itu adalah milik warisan kakek nenek kami yang kami kelola hingga terahir pada tahun 2010 kami tamami kebun karet bibit getah ungul dari PT Astra yang bibitanya dulu di Km. 3 Logpon Astral Bina

Mengakhiri pres rilis, Hison kepada wartawan media ini menegaskan, siapapun yang merampas hak milik keluarga besarnya, Hison akan melakukan perlawanan.

“Siapapun yang merampas tanah hak milik keluarga besar saya, pasti akan saya lawan. Saya minta investor bijaksana” tutup Hison.

Redaksi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.