Tiga Calon Kades Liang Buah Tolak Penyelenggaraan Dan Hasil Pilkades

oleh -195 views

Muara Teweh. Pemilihan Kepala Desa Serentak tahun 2022 di Kab. Barito Utara, Kalteng diwarnai aksi penyanggahan dan penolakan atas penyelenggaraan Pilkades.

Pelaksanaan Pilkades yang di lakukan di Desa Liang Buah, Kec. Teweh Baru, Kab. Barito Utara, Kalteng (19/05/22) menurut pengakuan tiga orang calon kades terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.

Siti Rahmi, calon Kades nomor urut 1, Sukardianto, calon Kades Nomor Urut 3 dan Samin, calon Kades nomor urut 4 kompak menolak penyelenggaraan Pilkades Desa Liang Buah.

Kepada media ini ketiga calon kades tersebut menyampaikan alasan penolakan pemungutan suara dan hasilnya.

Kepada media ini, Siti Rahmi menyampaikan bahwa Panitia Pilkades Liang Buah diduga melakukan penyimpangan terhadap peraturan yang mengatur Pilkades serentak.

“Menurut kami bahwa Panitia Pilkades Liang Buah patut diduga melakukan penyimpangan terhadap peraturan Pilkades. Ini sudah terlihat sejak tahapan penetapan calon kades. Waktu itu Ketua Panitia tidak hadir. Undangan menghadiri kepada para calon pun tidak di tanda tangani oleh panitia. ” Ujar Siti Rahmi.

“Pada saat tahapan pencoblosan surat suara, di desa liang buah ada dua TPS. Peraturan di TPS 01 dan TPS 02 berbeda. Kenapa bisa?” Kata Siti Rahmi heran.

Masih menurut Siti Rahmi, setelah tahapan pencoblosan surat suara, panitia tidak mengumumkan berapa surat suara yang tersisa. Panitia langsung membuka kotak suara dan melakukan penghitungan surat suara. Kemudian setelah perhitungan suara selesai, panitia tidak membuat Berita Acara Hasil Pemungutan Suara yang seharusnya dibuat dan ditanda tangani oleh saksi para calon kades di TPS. Panitia langsung saja menutup kotak dan membawa kotak suara ke Kantor Camat. Seharusnya kotak suara di bawa ke BPD/ Kantor BPD. Panitia seharusnya membuat laporan dan Berita Acara Hasil Pemungutan Suara di dua TPS itu dan berita acara di tanda tangani oleh semua calon kades dan Ketua BPD. BPD mengumumkan calon kades yang memperoleh suara terbanyak. Setelah itu kotak suara disimpan di tempat yang aman. Panitia Pilkades Liang Buah justru membawa kotak suara ke Kantor Camat tanpa hasil Pilkades yang diketahui oleh ketua BPD.

“Kalau begini apakah pelaksanaan Pilkades bisa diterima. Tidak. Kami menolak penyelenggaraan dan hasil Pilkades Liang Buah, kami punya bukti bukti” tegas Siti Rahmi.

Sementara Sukardianto menyampaikan bahwa selain pelanggaran administrasi panitia jelas jelas melanggar peraturan yang mengatur Pilkades serentak.

“Panitia Pilkades kami duga kuat melanggar administrasi dan undang undang yang mengatur pelaksanaan Pilkades. Selain yang disampaikan Siti Rahmi, DPT yang dipakai Panitia sebagai dasar pencoblosan kami duga kuat bermasalah. Kami harap pihak terkait melakukan audit menyeluruh terhadap DPT dan semua kinerja Panitia Pilkades Liang Buah. Bahkan kami menduga bahwa tindakan panitia Pilkades Liang Buah masuk kepada pidana pilkades. Tapi biar perangkat pemerintah yang berwenang yang menilai. Kami memiliki bukti bukti. Maka kami dengan tegas menolak penyelenggaraan dan hasil Pilkades desa Liang Buah. Kami berharap di desa Liang Buah dilakukan Pemilihan Suara Ulang” ujar Sukardianto kesal.

Saming juga ikut menimpali kekesalan rekan calon kades Liang Buah

“Kami menolak Pilkades Liang buah. Semoga pihak berwenang cepat merespon aduan kami. Apa yang kami lakukan dalam frame demokrasi. Peraturan memberikan ruang 3 hari ke kami untuk menyanggah hasil Pilkades, kami melakukannya” kata Samin tegas.

Misradin, selaku Ketua BPD Desa Liang Buah ketika dikonfirmasi media ini terkait aduan atau sanggahan tiga calon kades Liang Buah dengan supel menjawab bahwa apa yang dilakukan tiga calon kades tersebut adalah sah.

“Apa yang dilakukan tiga kades Liang buah (menyanggah) adalah sah. Saya sudah menerima surat sanggahan mereka. Kami akan membahasnya di forum BPD dan Panitia Pilkades Liang Buah.” Kata Misradin supel.

Redaksi.

*** media ini belum konfirmasi kepada ketua Panitia Pilkades Liang Buah

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.