Ratusan Warga Hajak Ancam Lakukan Aksi Demonstrasi Minta Kades Hajak Yang Diduga Melakukan Perselingkuhan dengan Istri Warganya Sendiri Di Pecat

oleh -361 views

Muara Teweh. Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Korban I bersama suaminya di pondok

Pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.

Apa jadinya bila sang Kades yang seharusnya melakukan pemberdayaan keluarga untuk kesejahteraan justru melakukan tindakan tidak terpuji?.

Misalnya si kepala Desa melakukan perselingkuhan dan persetubuhan dengan istri warganya sendiri?

Perilaku asusila yang konon informasinya sudah berdamai secara adat ditanggapi serius oleh ratusan warga desa Hajak yang dikoordinir oleh Adil.

Kepada redaksi media ini Adil menuturkan tidak pantas seorang kades melakukan tindakan amoral kepada warganya sendiri.

Pengaduan korban I ke Polres Barito Utara

“Kami warga sangat marah, malu dan kecewa. Kepala desa kami diduga melakukan tindakan sangat tidak terpuji. Ironisnya dilakukan kepada keluarga warganya sendiri. Kejadian memalukan itu terjadi tanggal 12 Desember 2022 dikebun karet. Selingkuh dan melakukan asusila kepada istri warganya sendiri. Memalukan dan tidak pantas” kata Adil kesal.

“Kepala desa yang seharusnya menjadi pengayom, melindungi warganya, memberi contoh justru mencelakai warganya sendiri. Kami warga desa Hajak merasa sangat malu” tambah Adil sembari menunjukkan surat dan tanda tangan ratusan warga yang meminta kepada Bupati Barito Utara memecat S sebagai Kades Hajak.

Adil, Kordinator aksi

“Ini surat kami ke Bapak Bupati dan Kapolres. Kami minta Bupati tegas dan berani memecat Kades Hajak. Kepada Kapolres juga kami minta agar proses hukum terhadap S dilakukan secara tegas dan transparan. Kasus itu bukan kasus pribadi tapi menjadi kasus publik. Sebab S adalah Kepala Desa Hajak. Bila Bapak Bupati dan Kapolres tidak merespon tuntutan kami, kami pastikan warga akan melakukan aksi. Kami akan segel kantor Desa dan aksi demo ke Mapolres Barut.” Ujar Adil berang.

Terkait adanya perdamaian adat?

“Silahkan saja mereka berdamai. Bahkan dokumen perdamaian itulah justru bukti perilaku tak senonoh sang kades kepada warganya sendiri bukan?, kades ko bikin gaduh di desa sendiri” Kata Adil menegaskan perilaku tercela oknum S Kades Hajak.

“Jabatan kepala desa kan jabatan publik dan melekat dalam dirinya pak. Tidak bisa ditarik bahkan terkesan seolah olah dipaksa menjadi kasus pribadi. Yang kami gugat adalah perilaku tidak terpuji saudara S sebagai pejabat Kepala Desa Hajak” tambah Adil.

Politikus Partai Gerindra, H. Tajeri, anggota DPRD Barito Utara ketika awak media meminta tanggapan terkait dugaan perbuatan oknum Kepala Desa Hajak yang melakukan tindakan tidak terpuji terhadap warganya dan akan adanya reaksi ratusan warga melakukan aksi segel kantor desa dan demonstrasi, dengan keras mengatakan bila ada bukti pelaku harus di tindak.

Ft ist; H. TAJERI

“Perilaku itu pidana, apalagi dilakukan Kepala Desa. Harus ditindak tegas. Tidak boleh tebang pilih. Ini masalah moralitas pemimpin. Lebih elok sang Kades mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa.” Kata H. Tajeri melalui Telepon.

” proses hukum harus berjalan, seharusnya Pemerintah Daerah harus mengambil langkah sesuai dengan peraturan yang berlaku, hukum Harus ditegakkan, tidak boleh tebang pilih, apalagi masyarakat kecil yang kurang paham akan peraturan perundangan yang berlaku di Negara kita. Kita tunggu proses hukum yang berjalan, kita sebagai wakil rakyat berkewajiban memonitor perkembangan penyelidikan sampai penyidikan.” Ujar Politisi Gerindra ini berharap ada keadilan terhadap korban.

Masih menurut H. Tajeri, yang dikenal sosok politikus kritis ini bahwa aksi demonstrasi yang akan dilakukan warga adalah sah.

“Aksi demo warga itu sah saja. Dilindungi undang undang. Jangan ada pihak yang mencoba menakut nakuti. Permasalahan moral pemimpin tidak boleh dibiarkan apalagi dianggap sepele. Saya dukung warga Hajak. Bila terbukti ada oknum pemimpin yang melakukan keonaran, hukum harus tegas. Termasuk hukuman sosial di desa Hajak harus diterapkan” kata H. Tajeri lantang.

S, Kepala Desa Hajak yang diduga melakukan tindakan amoral dan asusila terhadap istri warganya sendiri, melalui WhatsApp awak media meminta tanggapannya, melalui WhatsApp mengatakan

” Permasalahan apa pak mereka demo kami sudah damai berarti Aidil itu perpokator pak” jawab Sariono. Bahkan Sariono meminta ke awak media untuk mempertanyakan perkara tersebut kepada Kapolsek.

” Kalau bapa mau menayakan sama polsek pak” jawab Kepala Desa Hajak ini menjawab konfirmasi awak media. (02/01/23).

Terkait adanya perdamaian damai di Polsek Teweh Tengah, S tidak membantah. Kepala Desa Hajak inipun mengirim dokumen foto perdamaian antara dirinya dan I. S didampingi istrinya dan I didampingi suaminya dan disaksikan beberapa orang.

Melihat laporan pengaduan awal inisial I warga yang mengaku korban dan sempat mencoba bunuh diri ini ke Kapolres Barito Utara (15/12/22) sangat berbeda dengan materi perjanjian damai yang dibuat oleh korban dan S.

Surat Aksi Warga Desa Hajak

Terkait adanya perbedaan antara perkara asusila menjadi penipuan, Adil mengaku heran.

“Saya heran. Perkara dugaan pelecehan seksual, perselingkuhan tetapi perdamaian kontek justru penipuan. Apakah karena kami ini mereka nilai semua bodoh? Tetapi terserah mereka saja. Yang kami tolak, kami tidak rela di pimpin oleh kepala desa yang tidak menjadi teladan kepada rakyatnya” tukas Adil tegas.

Redaksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.