Kadesnya Diduga Setubuhi Istri Warganya Sendiri, BPD Diam, Warga Jadualkan Aksi Demo Dua Hari Berturut turut Minta Kades Dipecat

oleh -150 views

Muara Teweh. Akibat perilaku S, Oknum Kades Hajak yang diduga melakukan tindakan asusila dengan istri warganya sendiri membuat ratusan warga hajak geram dan malu.

Warga memilih bergerak melakukan aksi massa menuntut S sebagai Kades Hajak di pecat.

Aidil yang bertindak sebagai kordinator warga mengaku akan melakukan aksi demonstrasi ke Kantor desa, Mapolres dan Kantor Bupati.

“Kami masih menunggu respon bupati dan Kapolres. Bila tidak ada tindakan kami bergerak. Kami sudah menyurati pemberitahuan aksi kepada Bupati, DPRD dan Kapolres. Harapan kami tuntutan kami di tindak lanjuti. Kades Hajak di pecat” Kata Aidil sembari menunjukkan surat pemberitahuan yang dia maksud.

Masih menurut Adil, pergerakan moral tersebut dilakukan karena sampai saat ini BPD yang diberi tugas mengawasi Kades tidak melakukan apa apa.

“Pergerakan moral untuk menurunkan kades karena BPD yang diberi tugas pengawasan terhadap kinerja Kades diam, tidak melakukan tindakan apa apa. Sampai saat ini BPD diam. Tidak ada laporan ke camat dan bupati. Kami yang bergerak” ungkap Aidil kepada awak media. (15/01/23)

Aidil menambahkan aksi akan digelar dua hari, yaitu tanggal 16 dan 17 Januari 2023.

Seperti diberitakan media ini bahwa
peristiwa asusila yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Kepala Desa tersebut di duga terjadi pada tanggal 12 Desember 2022 yang lalu. Perbuatan yang menyulut emosi warga dilakukan sang Kades di Kebun Karet korban.

Warga desa hajak inisial I yang menjadi korban sempat mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri. Beruntung, menurut informasi yang di dapat awak media ini, anak korban mendengar bunyi kursi jatuh di dapur, setelah si anak melihat ke dapur, ternyata ibunya mencoba bunuh diri. I segera ditolong dan dibawa merumah sakit. Dari kejadian percobaan bunuh diri tersebut terkuak bahwa I kesal dan marah kepada S karena S ingkar janji untuk memperistri korban setelah beberapa kali melakukan persetubuhan dengan S.

Tanggal 15 Desember 2022, korban melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Barito Utara. Proses hukum berjalan di Polsek Teweh Tengah. Dan informasi yang dihimpun awak media ini ternyata antara korban didampingi suaminya telah berdamai secara adat di kantor Desa Hajak. S telah membayar Rp.13.946.050. Perdamaian kedua juga telah diambil oleh kedua pihak di Polsek Teweh Tengah. S membayar Rp.500 ribu sebagai pengganti memasak nasi pulut kepada I.

Ternyata dua kali perdamaian tersebut tidak dapat meredam amarah ratusan rakyat Hajak.

Bahkan informasi yang dihimpun awak media ini, F salah satu kerabat dekat S, justru menambah masalah baru yang menimbulkan amarah warga semakin menjadi.

Mama F bersama anaknya mendatangi rumah warga meminta uang Rp.500 ribu yang diberikan untuk mencoblos S pada Pilkades Desa Hajak dikembalikan.

Menurut Aidil, warga yang mengkoordinir ratusan warga hajak yang kecewa dengan perilaku Kades Hajak.

Kepada awak media ini mengatakan sangat kecewa atas perilaku kades dan berharap S mengundurkan diri dari jabatan Kades Hajak. Termasuk perilaku salah satu kerabat kades yang meminta kembali uang 500 ribu yang diberikannya pada saat Pilkades.

“Kami tidak mau dipimpin Kades pelaku asusila. Apalagi terhadap istri warganya sendiri. Dia (S-red) harus mundur” tegas Adili baru baru ini di kediamannya.

Masih menurut Aidil, warga sudah menyurati Bupati dan Kapolres agar segera merespon aspirasi warga. Bila Bupati dan Kapolres tidak merespon tuntutan warga maka warga akan turun melakukan aksi demo.

Aidil menambahkan bahwa warga juga akan mengadu ke DPRD Barito Utara.

“Kami juga mengadu ke DPRD Barito Utara. Kami ingin dewan menyelesaikan perkara desa Hajak ini. Saudara S harus hadir di Dewan. Kami berharap dewan dapat mengeluarkan rekomendasi pemecatan kepada Bupati agar Bupati memberhentikan S dari jabatan Kades Hajak. Kami juga minta rekomendasi dewan untuk memproses ulang proses hukum terhadap S. kades Hajak ” kata Aidil kesal.

“Saya sangat kecewa atas tindakan F, Kaka Kades Hajak dengan sikap kasar meminta kembali uang 500 ribu yang diberikan F pada saat Pilkades. Uang 500 ribu itu diberi bukan diminta warga. F yang minta tolong agar dengan uang 500 ribu itu, warga memilih S dalam Pilkades. Setelah adanya kejadian memalukan yang dilakukan Kades Hajak, kenapa money politik itu terkuak. Diminta kembali. Saya berharap semua warga yang menerima uang dari kerabat S, pada saat Pilkades mengembalikan ke S” ujar Aidil.

Terkait adanya laporan warga ke DPRD Barito Utara, ketika awak media meminta tanggapan dari S sebagai Kepala Desa Hajak, dari S tidak ada respon.

Redaksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.