Heboh…Babak Baru Kasus Dugaan Asusila Kades Desa Hajak, DPRD Barito Utara Dan Bupati Terima Aspirasi Dan Tuntutan Ratusan Warga

oleh -96 views

Muara Teweh. Babak baru permasalahan kasus dugaan asusila oknum S, Kades Hajak, Kec. Teweh Baru, Kab. Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, ratusan warga hajak menggelar aksi demo ke kantor DPRD dan kantor Bupati Barito Utara.

Setelah warga menyampaikan pesan dengan orasi yang bernada kecaman, kekecewaan terhadap perilaku S, sebagai Kades Hajak yang diduga menyetubuhi istri warganya sendiri, anggota DPRD Barito Utara menemui dan menerima serta mempersilahkan warga masuk ke aula DPRD Barito Utara.

Orasi orasi dipelataran halaman DPRD terdengar teriakan “turunkan dan pecat Kades Hajak. Pekikan orator tersebut disampaikan berulang ulang dan disambut warga kompak”Turun, pecat”.

Di aula DPRD yang dihadiri oleh 10 anggota dewan, warga menyampaikan hal yang sama. Beberapa anggota dewan terlihat seksama mendengar dan kemudian menyampaikan pendapatnya.

Aidil: kami tak gentar

Dari pertemuan di sebagaimana kesimpulan ditulis dalam notulen (1). Berdasarkan pengakuan warga bahwa sudah pernah berkordinasi dengan BPD tapi tidak ada respon, (2), warga desa Hajak tidak bersedia dipimpin oleh kepala Desa yang tidak menjaga wibawa dan kehormatan desa Hajak yang telah melaksanakan perbuatan asusila terhadap masyarakat nya dan meminta agar kepala desa Hajak diberhentikan (3). DPRD siap untuk menjadwalkan sekaligus mengundang pemerintah daerah dan BPD Hajak, Kepolisian beserta semua pihak yang berwenang dalam menampung aspirasi warga desa Hajak agar bisa mengambil keputusan.

Aksi warga Hajak, tuntut Kades Dipecat

Setelah penyampaian aspirasi dan tuntutan selesai di aula DPRD, masyarakat desa Hajak kompak menuju kantor Bupati Barito Utara.

Mendengar warganya datang, Nadalsyah, Bupati Barito Utara beserta Wakil Bupati dan jajarannya langsung menemui warga.

Dengan senyum, Nadalsyah menyapa dan mempersilahkan duduk. Tampak Nadalsyah dengan serius mendengar aspirasi dan tuntutan warganya.

Setelah mendengar aspirasi dan tuntutan warga, Bupati Barito Utara menyarankan agar membuat surat pengaduan tertulis.

Terpisah setelah aksi selesai dari kantor Bupati, Aidil terlihat merasa senang dan merasa menjadi warga masih yang merdeka.

Natalius : meminta Bupati Cabut SK Kades Hajak

“Saya sangat bangga dan senang pak. Saya baru kali ini merasa menjadi warga yang benar benar merdeka. Pemerintah, polisi menyambut kami dengan baik. Memberikan layanan yang baik. Terima kasih bapak Bupati, para Dewan dan Polisi. Kesimpulan di DPRD sudah klir dan arahan Bapak Bupati untuk membuat laporan pengaduan segera kami lakukan” kata Aidil senang.

Terkait adanya siaran S, Kades Hajak melalui pengacaranya di media online, Aidil mengaku tidak gentar.

“Ya pak, saya sudah membaca dan menonton video rilis pengacara S. Silahkan mereka mengambil langkah hukum apa yang mereka mau. Kami tidak akan gentar. Kami akan lawan.” Kata Aidil tegas.

Masih menurut Aidil mencari pengacara itu hak S.

“Mencari pengacara itu hak S. Ada undang undangnya itu. Saya tidak tahu pengacara itu berbayar atau gratis. Jika berbayar, otaknya dimana. Darimana uangnya? Jika benar berbayar kenapa dana itu tidak dimanfaatkan untuk menjamu dan minta maaf kepada warga? Masalah sudah selesai bukan? kami minta penegak hukum agar berani memeriksa rekening S dan anggaran Desa Hajak. Jangan jangan uang Desa atau uang rakyat dipakai untuk bayar pengacara.” Kata Aidil curiga.

“Kami ingatkan pengacara S jangan memperuncing masalah. Kami sudah jenuh dan kecewa akibat ulah Kades. Silahkan dibela. Tapi profesional. Jangan coba coba masuk ke ranah adat kami. Tahu apa pengacara tentang adat kami. Mereka pengacara adat kah?. Loh katanya dengan Inah dan Mawar susah selesai. Bisakah kasus ini berproses tanpa mereka. Kami juga punya bukti rekaman pengakuan Inah. Sekali lagi jangan memperkeruh situasi di Desa Hajak” ujar Aidil kepada awak media ini tegas sembari menambahkan bila Kades laki laki sportif hebat, beranikah dia diambil sumpah adat sebagai pembenar kalau dia tidak melakukan apa yang dituduhkan?

Redaksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.