Mengaku Ditipu Oleh Oknum Pengadilan Negeri Muara Teweh, Keluarga Narapidana Lapor Polisi

oleh -82 views

H. Tajeri : penipuan modus baru

Muara Teweh. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kiasan ini disampaikan Arsy kepada redaksi media ini, sembari melap air matanya, Arsy yang merupakan kakak kandung A J, salah satu narapidana yang sedang menjalani masa hukuman di LP kelas II Muara Teweh.

Arsy: kami merasa keberatan

“Kami ini pak, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kami sangat menderita pak. Kami sudah menerima hukuman yang dijatuhkan kepada saudara saya AJ. Upaya hukum untuk membela saudara kami sudah kami lakukan. Bahkan sampai PK. Tapi ditolak. Kami ikhlas atas putusan tersebut” ujar Arsy sedih.

“Tanpa pernah kami bayangkan sebelumnya pak, ibu R dan bapak AJ yang mengaku oknum ANS di PN Muara Teweh, menaiki motor (kendaraan roda dua -Red) mendatangi rumah saya dan menemui saya” kata Arsy menunduk.

Apakah mengenal kedua orang tersebut, tanya awak media kepada Arsy dan Arsy menjawab tidak kenal.

“Tidak kenal pak. Saya baru kenal setelah kedatangan mereka kerumah saya. Mereka mengaku saudara T, salah satu narapidana. Kemudian mereka mengaku bisa membantu AJ, W, I dan Y keluar atau bebas dari hukuman. Mereka juga mengaku telah berjumpa dengan keluarga W dan I dan sudah menerima dana 15 juta dari masing masing keluarga narapidana. Kata mereka aku juga harus bayar bila ke empat orang tersebut mau dibantu. Mereka bilang ke empat narapidana adalah satu paket. Dan semua harus bayar termasuk saya” kata Arsy sedih.

Masih menurut keterangan Arsy yang yang mengaku awalnya heran dan tidak percaya saudaranya bisa bebas karena PK sudah keluar.

‘awalnya, mendengar pengakuan mereka, saya heran pak. Aku yang bodoh ini merasa AJ tidak bisa begitu saja bebas atau keluar sebagaimana pengakuan dan dijanjikan R dan AJ. Tapi mereka bilang kalau saya tidak bayar maka kasihan dengan tiga narapidana lain tidak bisa dibantu. Aku jadi tertekan. Dan saya bilang bahwa aku tidak punya uang. Mereka terus memaksa dan aku seolah dipersalahkan sebab bila aku tidak bayar maka tiga narapidana teman AJ tidak bisa di bantu” kata Arsy sesunggukan.

“Kemudian mereka menitipkan nomor rekening AJ, suami R. Oleh saya takut nomor itu hilang maka nomor itu aku titipkan ke Istri I. Saya pun akhirnya meminjam uang ke Bank. Setelah uang pinjaman bank saya terima, lima belas juta yang diminta oleh R dan suaminya (AJ) aku kasih ke Istri I untuk di transfer ke nomor rekening AJ. Ternyata pak, setelah uang itu ditransfer di Bulan November 2022, saudara saya tidak bebas. Saya pernah bertanya kenapa saudara saya tidak bebas, jawaban mereka karena saya terlambat mengirim uang. Mereka mengaku juga sudah mengurusnya ke pusat. Tapi terlambat. Uang kami juga diakuinya diberikan ke orang pusat.” Tambah Arsy.

“Kami sangat dirugikan pak. Kami merasa ditipu. Mereka janji bisa membebaskan atau mengeluarkan AJ Tega sekali mereka. mereka sudah tahu saudara saya AJ sakit bahkan dioperasi di Rumah Sakit Muara Teweh mereka tega tidak mengembalikan uang saya. Kami akhirnya melaporkan kedua suami istri tersebut ke polres. Biar saja proses hukum berjalan pak. Dia kan penegak hukum juga. Pasti dia paham betul proses hukum.” Kata Arsy dan berharap laporannya dapat diproses oleh Polres Barito Utara.

Ketika aduan dan keterangan Arsy ke awak media di teruskan melalui WhatsApp kepada R dan awak media meminta tanggapan dan komentar nya, Awak media tidak mendapatkan respon.

Sementara salah satu Karim salah satu kerabat Arsy yang ikut menemani Arsy ke redaksi media ini menyampaikan harapannya agar aduan yang disampaikan ke polisi dapat ditanggapi dan diproses dengan baik.

Mendengar adanya oknum PN. Muara Teweh diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap kuarga narapidana, Tajeri, Anggota DPRD dari Partai Gerindra ini mengatakan penipuan modus baru.

Haji Tajeri : modus baru penipuan

“Kalau terbukti, ini kasus penipuan modus baru, kasihan korbannya
Ada barbuknya ya, melapor ke pihak berwajib ini langkah yang tepat” kata H.Tajerk melalui WhatsApp ke awak media.

Media ini sdh mencoba meminta tanggapan dan komentar R dan A J, tetapi tidak ada respon.

Redaksi.

*Media ini belum melaksanakan konfirmasi kepada atasan R di Kantor Pengadilan Negeri Muara Teweh.

No More Posts Available.

No more pages to load.