Diduga Kades Hajak Berbuat Asusila Terhadap Istri Warganya Sendiri, Anak Korban Protes Terhadap Pengakuan BPD Hajak

oleh -66 views

Pitri : Mereka berbohong. Aidil : Kita semua lahir dari rahim ibu, jangan main main

Muara Teweh. Sebagaimana kabar media ini pada edisi sebelumnya, bahwa masyarakat Desa Hajak, Kec. Teweh Baru, Kab. Kalimantan Tengah mengaku sangat malu atas adanya dugaan perilaku asusila yang dilakukan S, yang saat ini menjabat kepala Desa Hajak terhadap istri warganya sendiri.

Sontak merebaknya kabar perbuatan mesum Kepala Desanya, membuat kehebohan sekaligus memantik kemarahan dan kekecewaan ratusan warga terhadap kadesnya.

Mendengar Kadesnya selingkuh dan menyetubuhi istri warganya sendiri yang telah berusia 48 tahun bahkan sudah memiliki cucu, warga kompak meminta S sebagai Kepala Desa mundur atau dipecat.

Kejadian memalukan yang diduga terjadi tanggal 12/12/22 yang lalu yang kabarnya perbuatan mesum tersebut dilakukan di kebun karet korban, gerakan moral ratusan warga desa Hajak yang tidak ingin di pimpin Kades yang tega menyetubuhi istri warganya sendiri mendatangi kantor DPRD dan Bupati Barito Utara.

Dalam Pertemuan dengan Dewan, Dewan berjanji akan melakukan RDP sedangkan Bupati menyatakan akan menindaklanjuti permasalahan yang disampaikan warga.

Setelah pertemuan warga dengan DPRD dan Bupati Barito Utara, anggota BPD Hajak melakukan press release di salah satu media elektronik.

Ketua BPD Hajak mengaku bahwa BPD belum pernah menerima laporan dari warga bahkan anak korban bernama Pitri. Pitri adalah salah satu anggota BPD Hajak disebut tidak pernah menyampaikan laporan baik lisan dan tertulis kepada BPD.

Pitri : Mereka Berbohong

Melihat siaran elektronik tersebut, Pitri sangat kecewa.

“Mereka berbohong pak” kata Pitri menunduk malu akibat peristiwa miris yang dialami ibu kandungnya.

“Saya anggota BPD juga pak. Setelah peristiwa itu menimpa ibu kandung saya, secara lisan saya sudah menyampaikan kepada Arbinus..Arbinus adalah anggota BPD Hajak juga. Apakah dia menyampaikan kepada Ketua BPD, saya tidak tahu. Lama saya menunggu respon mereka, akan tetapi tidak ada respon. Padahal saya salah satu dari tim BPD. Saya sangat kecewa pak.” Kata Pitri mengusap air matanya.

Aksi Demo Warga minta Kades Dipecat

“Mereka menyampaikan di media itu kalau saya tidak melapor, saya masih berkeyakinan dan percaya pak, Tuhan itu Maha Adil dan Maha Mendengar. Kami tanggung peristiwa memalukan yang menimpa ibu kandung saya. Karma itu ada” ujar Pitri sambil menyeka air matanya.

Aidil, kordinator warga Hajak mengaku merasa miris dan prihatin melihat tayangan BPD di media elektronik.

“Aduhlah. Masih tega mereka menyatakan tidak tahu. Warga tidak ada melapor ke Pak Camat. Tapi Pak Camat datang ke rumah warga. Datang ke rumah saya. Itu namanya pemerintah, mengetahui ada permasalah diwilayahnya, Camat responsif. Bohong bila mereka bilang tidak tahu. Atau pura pura tidak tahu. Hanya mereka lah yang tahu.” Kata Aidil menjawab pertanyaan awak media terkait penayangan BPD Hajak di salah satu media elektronik.

Aidil : semua kita lahir dari rahim ibu, jangan main main

Masih menurut Aidil yang merupakan paman korban permasalahan sudah sampai ke Dewan dan Bupati. Kami masih percaya pemerintah Barito Utara masih memiliki hati nurani dan memberikan keadilan kepada warganya.

“Semua kita ini lahir dari rahim ibu, bukan?” Jangan main main” kata Aidil.

Redaksi.

*Redaksi belum konfirmasi kepada Ketua BPD dan Arbinus.

No More Posts Available.

No more pages to load.