Oknum S, Kades Hajak Diduga Berbuat Asusila Dengan Istri Warganya Sendiri, Anak Korban Minta Bantuan Bupati, Aidil Minta Pertemuan Tertutup Dengan Dewan dan Bupati, Ada Apa?

oleh -73 views

Pitri: saya kuatir keselamatan ibu saya
Aidil : kami akan buka semuanya

Muara Teweh. Dugaan perbuatan asusila yang dilakukan S oknum Kades Hajak terhadap warganya sendiri yang konon sudah bersuami, bahkan telah memiliki cucu masih berbuntut panjang.

I (48 thn) istri warganya sendiri yang menjadi korban asusila S,. yang saat ini menjabat sebagai Kades Hajak setelah kejadian cabul yang dialaminya menjadikan I merasa shok dan malu di desa Hajak hingga percobaan bunuh diri pernah dilakukan I.

Fitri: saya kuatir keselamatan dan kesehatan ibu saya

Konon percobaannya bunuh diri dilakukan I karena S, sang Kades tidak memenuhi janjinya memperistri I.

Perdamaian adat juga kabarnya sudah dilakukan S dengan I bersama M. Di Polsek Teweh Tengah juga telah dilakukan.

Namun setelah perdamaian ditempuh di Polsek Teweh Tengah, I dan M memilih tinggal di pondok yang berada di hutan.

Kepada awak media ini ketika berkesempatan bertemu dengan I dan M mengatakan sengaja memilih tinggal di Pondok di tengah hutan karena menanggung malu.

“Kami lebih tenang disini pak. Daripada kami menanggung malu di kampung” kata M suami I sembari bercerita terkait kejadian asusila yang dialami istrinya dari awal hingga pasca perdamaian di Polsek Teweh Tengah.

Aidil : kami akan buka semuanya

Tanpa canggung sedikitpun, M dan I bercerita di depan kamera awak media.

Sepenggal pengakuan W terhadap perjanjian adat adalah untuk mendapatkan bukti dan uang 500 ribu yang diterima di Polsek Teweh itu suatu penghinaan, tapi karena jenuh berurusan maka uang itu diterima saja.

Melalui jalan setapak dan berjalan kaki, awak media berhasil menemui I dan M. Melihat keadaan pondok yang mereka tinggali, pondok tersebut sangat tidak layak di huni. Atap pondok terlihat compang camping karena robek menembus langit. Dipastikan kalau hujan turun pasti membasahi penghuninya. Pondok panggung itupun tanpa dinding yang memadai.

Ft Ist; Haji Tajeri ; kami dukung aspirasi warga

Mengetahui ayah dan ibunya tinggal di pondok yang berada di tengah hutan, Pitri anak I beberapa waktu yang lalu mengaku merasa sangat prihatin dan takut.

“Saya sebagai anak sangat sedih dan prihatin pak. Akibat kejadian yang dialaminya, keluarga besar kami sangat shok dan malu. Bapak dan ibu saya memilih mengungsi ke hutan.” Kata Pitri kepada awak media.

“Saya sangat kuatir terhadap keselamatan dan kesehatan ibu saya pak..saya tahu ibu saya kurang baik kesehatannya. Saya pernah jumpa dengan ayah kala dia belanja. Aku sudah membujuk agar mereka kembali ke rumah di desa. Tapi mereka tidak bergeming dan tetap tinggal di hutan” ujar Pitri sedih.

I dan W suaminya tinggal di pondok tidak layak huni

“Ibu kemarin sempat mau bunuh diri. Saya takut bila ibu tinggal sendirian di pondok, terjadi hal buruk terhadap ibu saya. Saya sudah menyurati Bupati agar Sudi kiranya memberikan fasilitas dan memfasilitasi agar ibu dan bapak bisa kembali kerumah. Saya berharap bapak Bupati berkenan. Biar ibu saya dan bapak tinggal bersama saya. Demi keselamatan dan kesehatan ibu saya. Mohon pak Bupati” kata Pitri mengiba.

Di kesempatan lain, Aidil yang bertindak sebagai kordinator warga Hajak menyampaikan keawak media bahwa dia telah menyurati Bupati dan Dewan.

“Saya telah menyurati Bupati dan Dewan. Kami memonta agar Bupati dan dewan bersedia membuka forum tertutup dengan kami” ujar Aidil.

Kenapa forum tertutup?

Aksi warga Hajak tuntut Kades Dipecat

” Permasalahan ini kan asusila. Aib buat desa Hajak. Tidak elok kita umbar di publik. Nanti di forum yang disediakan Bapak Bupati dan Dewan, kami pastikan akan membuka semuanya. Harapan kami Pemerintah tahu persis apa yang terjadi di desa Hajak. Sehingga pemerintah dapat mengambil sikap yang benar” ungkap Aidil tegas.

Haji Tajeri, Anggota DPRD Barito Utara ikut memberi tanggapan terkait surat permohonan Pitri.

“Kita sangat mendukung terhadap hal ini, semoga Pemerintah Daerah merespons positif surat dari anak korban” tulis H.Tajeri melalui WhatsApp kepada awak media.

Terkait adanya permintaan Aidil agar Dewan bersedia membuka forum tertutup dengan Dewan dan Bupati, Haji Tajeri menyampaikan

” segera kita sampaikan ke unsur Pimpinan, dengan harapan segera dijadwalkan pertemuan dimaksud”

Seperti diketahui publik bahwa akibat dugaan adanya perbuatan cabul yang dilakukan S, Oknum Kades Hajak, ratusan warga Desa Hajak melakukan aksi ke DPRD dan Kantor Bupati menuntut S sebagai Kades Hajak dipecat.

Redaksi.

No More Posts Available.

No more pages to load.