Terkait Permasalahan Lahan Tower BTS Di Desa Gandring, Pemilik Lahan Somasi Keras Kades, Pihak Swasta dan 7 Orang Pemberi Kuasa

oleh -117 views
oleh

Muara Teweh. Permasalahan tanah/lahan lokasi pendirian Tower BTS di Desa Gandring, Kec. Teweh Baru, Prov. Kalimantan Tengah berbuntut panjang.

Permasalahan tersebut berlanjut karena Kades Gandring, Ahyaul Mujahidin dan tujuh orang yang bertindak sebagai pemberi kuasa tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan.

Norlela yang mengaku sebagai pihak pemilik tanah yang sah kepada media ini menyatakan merasa sangat keberatan dan dirugikan atas perbuatan Ahyaul dan tujuh orang pemberi kuasa kepada Ahyaul Mujahidin untuk bernegosiasi/menyewakan tanahnya kepada pihak swasta yang mendirikan Tower BTS diatas lahan miliknya.

“Emang mereka bertujuh itukah pemilik tanah? Itu tanah milik saya. Apa kewenangan mereka memberikan Kuasa Khusus kepada Ahyaul Mujahidin selalu kepala desa?. Oleh karena perbuatan mereka, dan mereka tidak ada itukad baik untuk menyelesaikan masalah, saya memberikan somasi keras kepada pihak pihak terkait. Saya minta dalam waktu tujuh hari sejak surat somasi saya tanda tangani, mereka harus membongkar tower BTS itu” Tegas Norlela sambil menunjukkan Surat Somasi Keras kepada pihak terkait.

Norlela menambahkan bila pihak pihak yang di somasi keras tidak mengindahkan peringatan kerasnya, Norlela akan membawa permasalahan kemuka hukum.

Setelah berita pendirian tower BTS di Desa Gandring yang diduga sebagai tindakan dan perbuatan curang dan melanggar hukum, ada beberapa warga yang menyampaikan respon kepada redaksi media ini.

Kali ini respon unik dari warga yang mengaku sebagai salah satu pengurus desa Gandring.

Warga yang minta namanya dirahasiakan ini melalui aplikasi whatsapp menuliskan kades tidak bisa dihukum karena anak kades berteman dan satu partai dengan penguasa Barito Utara.

“Ini anak kades temenan sama anak K satu partai mana bisa kita hukum kades nya” Tulis warga.

Salah seorang staf Pihak Swasta yang mendirikan Tower BTS ketika dikonfirmasi awak media terkait adanya permasalahan tanah yang menjadi lokasi pendirian tower/BTS, kepada awak media mengaku baru mengetahui dan akan menyampaikan informasi awak media ke atasannya.

“Astagaaa, siap saya infokan ke pihak yg bersangkutan ya pak, yg bagian SITAC nya” Jawab staf pihak pemilik tower BTS kepada awak media. (17/07/23)

Ahyaul Mujahidin selalu Kades Gandring dan salah satu orang yang ikut sebagai pemberi kuasa tidak merespon konfirmasi dari awak media.

Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.