Ternyata oh ternyata… Diduga Ada Tanda Tangan Pemberi Kuasa Khusus Kepada Sang Kades Gandring Palsu?

oleh -221 views
oleh

Norlela : “saya pastikan akan melaporkan mereka ke muka hukum”

Muara Teweh. Permasalahan Tanah lokasi pembangunan Tower/BTS di Lapangan Sepak Bola Desa Gandring, Kec. Teweh Baru, Kab. Barito Utara, Prov. Kalteng antara Pemdes Gandring dengan Norlela yang mengaku sebagai pemilik tanah menjadi bahan perbincangan warga khususnya warga desa Gandring.

Sebahagian cuplikan putusan Sidang Adat

Menilik salinan putusan pengadilan sidang adat, Norlela dinyatakan sebagai pemilik tanah yang sah. Akan tetapi menurut pengakuan Norlela sang Kades Gandring tidak mengindahkan putusan pengadilan adat. Ko bisa?

Apakah Norlela akan menempuh upaya hukum lain. Dengan tegas Norlela menyatakan “pasti”.

“Saya pastikan bahwa saya akan melakukan upaya hukum lain. Walaupun dalam putusan pengadilan adat sudah jelas bahwa lokasi pembangunan infrastruktur tower/BTS itu tanah milik saya” Kata Norlela tegas kepada awak media.

“Dia (kades-red) tidak melaksanakan putusan pengadilan adat, itu hak dia. Menurut saya, dia yang saat ini menjabat sebagai kades seyogyanya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Kasihan kedepan masyarakat bisa tidak lagi menjungjung adat istiadat dan sidang adat. Yang dicontoh masyarakat itu siapa? Toh dia tidak selamanya menjadi kades bukan? Biar masyarakat Gandring yang menilai” Ujar Norlela menyampaikan kekecewaanya terhadap Kades Gandring yang tidak patuh terhadap putusan Adat.

Hasil penelisikan dan investigasi awak media ini, ternyata proses terjadinya pemindahan hak melalui Surat Kuasa Khusus yang diberikan tujuh orang warga desa Gandring kepada Ahyaul Mujahidin selalu kepala desanya diduga melanggar kaidah hukum administrasi pemerintahan dan hukum positif.

Dugaan terjadinya pelanggaran hukum atas terbitnya Surat Kuasa yang diberikan kepada kades untuk urusan pemindahan hak orang untuk melaksanakan kerja sama dan mengikat perjanjian hukum dengan pihak swasta bukan tanpa alasan.

Surat Kuasa Khusus yang diduga cacat hukum

Alasan bahwa Surat kuasa yang menjadi perbincangan hangat warga desa Gandring adalah cacat hukum semakin terang.

Semakin terang karena sumber berita media ini dengan terang benderang melalui whatsapp mengatakan bahwa tanda tangan salah satu pemberi tanda tangan adalah palsu.

“Saya sudah tanya bapakku, katanya dia tidak pernah tanda tangan surat kuasa itu” Tulisnya dengan bahasa daerah.

Sehingga tidak jauh beda dari pernyataan Norlela yang beberapa waktu lalu menyatakan dugaannya bahwa surat kuasa tersebut cacat hukum.

Norlela menyatakan bahwa ke tujuh orang yang memberikan tanda tangan surat kuasa kepada kades bukanlah pemilik tanah yang menjadi lokasi pendirian tower/BTS. Apa hak, kompetisi, kapasitas dan kewenangan mereka memindahkan hak orang lain?. Ini terlalu pintar namanya. ” Kata Norlela kepada awak media (16/07/23)

Masih penuturan Norlela, dia menduga pemberi kuasa itu karena mereka dalam tekanan sebabnya mereka pemberi kuasa di masa itu masih aktif bekerja dikantor desa Gandring.

“Saya menduga bahwa pemberi kuasa dalam tekanan sebab mereka saat itu masih aktif berkerja di kantor desa Gandring” Sembari menambahkan akan melakukan pelaporan hukum tersendiri terhadap ketujuh orang tersebut.

“Aku pasti akan laporkan ke tutuh orang itu pak. Mereka sudah melakukan perbuatan hukum diluar kewenangan nya. Ya melanggar hukum lah. Mereka harus bertanggung jawab dimuka hukum. Saya ingin masih ada keadilan di negeri ini” Tutur Norlela.

Disisi lain permasalahan yang dialami oleh Norlela, awak media juga mendapat informasi dari warga desa Gandring yang menyampaikan arogansi sang Kades Gandring. Diantaranya pemerintahan yang tidak transparan, Staf Kantor Desa Gandring tidak menerima SK pengangkatan, Honor Mantir Adat yang tidak dibayar selama dua tahun. Bukan hanya itu, aroma KKN juga menjadi perbincangan warga desa Gandring. Dikabarkan dari warga desa Gandring yang namanya minta dirahasiakan mengatakan bahwa Bendahara Desa Gandring adalah Ipar dari Kades.

Pengerjaan Proyek Desa Gandring seperti Embung Desa, Jalan Rigid juga menjadi perbincangan warga karena diduga sarat korupsi.

“Yang bisa mengurungkan langka saya melaporkan ke tujuh pemberi kuasa adalah kejujuran mereka.” Kata Norlela tegas.

Norlela : “saya pasti akan melakukan upaya hukum lain”

Apa tindakan Aparat Hukum atas dugaan permasalahan di Pemdes Gandring?

Kita tunggu.

Redaksi

*** Kades Gandring tidak merespon konfirmasi awak media

No More Posts Available.

No more pages to load.