Agustian Rajab Minta Polisi Tangkap dan Usut Tuntas Pelaku Pengancaman Terhadap Dirinya.

oleh -13 views

Agustian Rajab : Tindakan pengancaman terhadap dirinya, bila dibiarkan akan bisa terulang dan bisa terjadi kepada teman teman jurnalis yang melakukan tugas jurnalistik, ini berbahaya.

,Muara Teweh – Wartawan di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng melayangkan surat ke Polres Barito Utara, perihal laporan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap wartawan, Selasa (20/4/2021) lalu.

Ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis di tanah air terus terjadi. Sebagai pilar ke-4 demokrasi dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers, jurnalis kerap diteror, diancam bahkan ada yang dibunuh oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dan terancam dengan kerja jurnalis.

Setelah beberapa waktu lalu di Surabaya, seorang jurnalis Majalah Tempo dianiaya, kini di Barito Utara, Kalimantan Tengah, seorang jurnalis tewenews.com diancam dibunuh. Tidak tanggung tanggung, ayah si jurnalis pun ikut diancam.

Jurnalis tewenews.com, Agustian Rajab mengaku diancam atas pemberitaan dugaan kasus mafia tanah yang menyeret oknum anggota DPRD Barito Utara berinisial J.

Keterangan Agustian Rajab kepada media ini bahwa dugaan pengancaman tersebut tidak dilakukan secara langsung kepada dirinya, tetapi via telepon kepada I narasumber yang sebelumnya diwawancarai oleh tewenews.com terkait pemberitaan dugaan mafia tanah yang diduga melibatkan J, salah satu oknum anggota DPRD Barut.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 6 menit 54 detik yang menggunakan bahasa Bakumpai, pria tak dikenal yang kemudian (diduga-red) adalah P tersebut awalnya menanyakan pemberitaan terkait J kepada I yang merupakan narasumber tewenews.com.

“Ku dengar kamu yang memberitakan J betul lah,” tanya P kepada I via telepon.

“Haw bukan saya ah,(Kalau itu bukan saya),” jawab I.

“Ikam jar orang wartawannya’ oh A T.(Kata orang kamu wartawannya. Oh AT),” jawab P, lalu menyebut salah satu nama yang juga dikenal I.

Usai menanyakan siapa wartawan yang membuat berita terkait J , P lalu memberikan nasihat kepada I untuk bekerja yang baik dan halal.

“Jangan kaya itu wal ai anu kada bagus baik manggawi yang bagus-bagus ja baik manggawi yang halal ja wal ai bagawi ikam kenal ja dengan J (Jangan begitu kawan, lebih baik kamu kerja yang bagus-bagus dan yang halal. Kamu kenal kan dengan J),” nasehatnya kepada I.

Percakapan terus berlanjut antara I dengan P, I dipesan agar memberitahu AT yang juga adalah jurnalis mendatangi rumah atau Desa Karendan untuk menemuinya. Bahkan dalam percakapan tersebut terdapat pernyataan untuk saling bersembelih.

“Mun nya AT bilang aja suruh inya ke rumahku atau suruh ke Desa Karendan mendatangi aku , mun handak besembelih besembelih disana pander ja jarku (Kalau AT suruh dia ke rumah saya atau ke Desa Karendan menemui saya. Kalau mau saling bersembelih, bersembelih aja di sana. Bilang aja ” pesan P ke I.

Tak hanya menyebut nama AT, P juga mengatakan dirinya tidak takut kepada wartawan dan juga kepada yang lainnya. Bahkan dirinya juga mengajak AT dan jurnalis tewenews ke Desa Karendan.

“Aku kada takutan dengan wartawan dengan yang lainnya mun ikam handak tahu, pander dengan Agustian Rajabnya, dengan AT ayo kesana ke Desa sana mun handak jadi laki laki. (Saya tidak takut dengan wartawan dan yang lainnya kalau kamu mau tahu. Beritahu dengan Agustian Rajab dan AT ayo ke Desa Karendan kalau memang laki-laki),” ujar P seolah menantang.

Tidak paham maksud tantangannya ke AT, P tersebut juga mengatakan dirinya tidak takut kepada Agustian Rajab beserta ayah dari Agustian Rajab.

“Jangan Agustian Rajab, Abah Agustian Rajab gin ku tampar tu orangnya aku.(Jangan kan Agustian Rajab, Bapak dari Agustian Rajab pun saya tampar orangnya),” ujar P mengancam.

Terhadap rekaman yang viral tersebut, Agustian Rajab yang merupakan jurnalis tewenews.com saat dikonfirmasi mengatakan bahwa medianya memang memberitakan terkait dugaan adanya praktik mafia tanah di Desa Karendan. Dalam pemberitaan tersebut nama oknum anggota DPRD Barito Utara berinisial J disebutkan diduga sebagai penjual lahan yang berada dalam kawasan hutan produksi.

“Untuk pemberitaan terkait J yang diduga menjual lahan itu betul. Dan itu sudah kami konfirmasi ke J setelah kami mendapat informasi dari warga. Bukan pemberitaan sepihak,” ujar Agustian saat ditemui, Sabtu (24/4/21)

Wartawan senior di Muara Teweh tersebut mengatakan dirinya dalam pemberitaan tersebut sama sekali tidak menyebutkan nama ataupun inisial dari P, lalu kenapa P melakukan dugaan pengancaman terhadap saya dan keluarga.

“Dalam pemberitaan itu kami sama sekali tidak menyebut nama pria yang menelpon dan melakukan dugaan pengancaman tersebut. Saya sendiri juga tidak kenal dengan orangnya. Mungkin dia merasa juga masuk dalam dugaan kasus mafia tanah tersebut kita tidak tahu. Intinya saya tidak kenal dan tidak pernah menyebut dirinya dalam pemberitaan itu,” ujar Agustian.

Sebagai jurnalis yang bertanggung jawab atas pemberitaan dan disebutkan namanya dalam dugaan pengancaman, Agustian mengaku kesal dan sudah menempuh jalur hukum. Ia sudah melayangkan laporan ke Polres Barito Utara dan meminta perlindungan hukum bagi dirinya dan keluarga.

“Hari Selasa yang lalu ( 20/04/21) saya sudah lapor ke Polres Barito Utara. Terduga pelaku harus ditangkap karena cukup berbahaya bagi keselamatan saya dan keluarga. jika dibiarkan, berbahaya juga bagi insan pers lainnya pada saat jurnalis melakukan tugasnya,” beber Agus saat ditemui Sabtu (24/04/21)

“Kita akan minta polisi ungkap semua yang terjadi dibalik pengancaman ini, memeriksa nama yang tersebut dalam rekaman suara itu. Apa motivasi P sehingga melakukan tindakan itu kepada saya bahkan kepada ayah saya, Apakah P suruhan J? Nanti akan kita ketahui. Saya percaya pihak kepolisan profesional dan bisa memproses dan mengungkap kasus ini dengan terang benderang ” tambahnya geram.

“Tindakan pengancaman terhadap saya, bila dibiarkan akan bisa terulang dan bisa terjadi kepada teman teman jurnalis yang melakukan tugas jurnalistik, ini berbahaya.” Ujar Agus kesal

Sementara itu, P yang diduga pelaku pengancaman tersebut sempat dicari tahu identitas dan nomor teleponnya oleh awak media. Beberapa kali dihubungi ke nomor telepon yang digunakan saat mengancam, namun tidak aktif. Sementara identitasnya sempat mencuat di kalangan beberapa jurnalis di Barito Utara. Ia diketahui berinisial P yang diduga warga Desa Karendan.

(Cana)

**Terjemahan Rekaman Menurut versi Agustian Rajab, Jurnalis korban Dugaan Pengancaman.
** P sebagai pihak yang Dilapor sebagaimama tertulis dalam Pengaduan Agustian Rajab, belum dapat dikonfirmasi.

Tentang Penulis: Redaksi Suara Borneo

No More Posts Available.

No more pages to load.